kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Modi memperingatkan pembalasan di tengah penumpukan militer China di wilayah Himalaya


Senin, 29 Juni 2020 / 10:15 WIB
ILUSTRASI. Narendra Modi. REUTERS/Amit Dave TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

Baca Juga: AS bersiap mengepung Tiongkok di Laut China Selatan

Dia menambahkan: “Jelas ada peningkatan di kedua belah pihak meskipun pembicaraan terus berlanjut. Ini situasi yang menegangkan, dan tampaknya itu akan berlarut-larut di alam, ”katanya.

Menurut analis politik Prof. Srikanth Kondapalli, dari Universitas Jawahallal Nehru, "seluruh perbatasan dari Sikkim, Arunachal Pradesh ke Ladakh aktif sekarang."

Ketegangan meningkat pada awal Mei ketika pasukan India menuduh militer China menghalangi patroli mereka di sepanjang perbatasan Ladakh dan Sikkim.

Baca Juga: Laksamana AS sebut China berupaya klaim kawasan Kutub Utara yang kaya sumber daya

Sebagai imbalannya, Beijing menyalahkan tetangganya di selatan karena membangun infrastruktur jalan di wilayah Fingers di sekitar Danau Pangong Tso dan Lembah Galwan di Ladakh timur.

Kekerasan meletus di Lembah Galwan pada 15 Juni ketika kedua belah pihak seharusnya menegosiasikan langkah-langkah de-eskalasi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×