kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.890   8,00   0,05%
  • IDX 9.045   12,83   0,14%
  • KOMPAS100 1.251   2,88   0,23%
  • LQ45 887   4,54   0,51%
  • ISSI 329   -0,63   -0,19%
  • IDX30 451   2,39   0,53%
  • IDXHIDIV20 533   4,11   0,78%
  • IDX80 139   0,31   0,23%
  • IDXV30 147   0,25   0,17%
  • IDXQ30 145   1,09   0,75%

Nasib Mitra Dagang Iran: Siapa Paling Rugi Kena Hantaman Tarif 25% dari Trump?


Kamis, 15 Januari 2026 / 08:16 WIB
Nasib Mitra Dagang Iran: Siapa Paling Rugi Kena Hantaman Tarif 25% dari Trump?
ILUSTRASI. Turki, India, dan Pakistan masuk daftar merah tarif 25% AS. Hitung mundur sanksi dagang ini dimulai, lihat negara mana yang paling terpukul. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Al Jazeera | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan mengenakan tarif sebesar 25% terhadap negara mana pun yang tetap melakukan bisnis dengan Iran. Kebijakan ini semakin meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Iran, yang saat ini menghadapi gelombang protes terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Bertahun-tahun sanksi Barat telah memukul perekonomian Iran, hingga mengalami inflasi tinggi, pengangguran, serta anjloknya nilai mata uang rial. Gelombang protes yang sedang berlangsung dipicu oleh tekanan ekonomi yang kian berat, yang sulit diatasi pemerintah Iran, sebagian besar karena isolasi ekonomi internasional.

Mengutip Al Jazeera, sumber pendapatan utama Iran berasal dari ekspor ke China, Turki, Irak, Uni Emirat Arab, dan India.

Lalu, bagaimana ancaman Trump yang disampaikan pada Senin lalu akan memengaruhi perdagangan internasional Iran? Dan bagaimana sikap negara-negara seperti China, yang menyerap sekitar 80% ekspor minyak Iran?

Apa yang disampaikan Trump?

“Mulai berlaku segera, negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif sebesar 25% atas seluruh kegiatan bisnisnya dengan Amerika Serikat,” tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.

“Perintah ini bersifat final dan mengikat,” lanjut Trump tanpa memberikan rincian tambahan.

Hingga kini, tidak ada dokumen resmi terkait kebijakan tersebut yang dipublikasikan di situs Gedung Putih, termasuk dasar hukum yang akan digunakan Trump untuk memberlakukan tarif itu.

Baca Juga: Bursa Australia Reli, Ditopang Saham Pertambangan yang Melonjak ke Rekor Tertinggi

Trump terus meningkatkan tekanan terhadap para pemimpin Iran, termasuk dengan ancaman penggunaan kekuatan militer.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa Iran siap berperang jika Washington ingin “menguji” negaranya. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera Arabic pada Senin.

“Jika Washington ingin menguji opsi militer, yang sebenarnya sudah pernah mereka coba, kami siap menghadapinya,” ujar Araghchi. 

Dia menambahkan bahwa dirinya berharap AS memilih “opsi yang bijak”, yakni dialog, sembari memperingatkan adanya pihak-pihak yang berusaha menyeret Washington ke perang demi kepentingan Israel.

Siapa mitra dagang utama Iran dan seberapa besar volumenya?

China

China merupakan mitra dagang terbesar Iran. Menurut data UN Comtrade, nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2024 melampaui US$ 13 miliar.

Namun, akibat sanksi internasional, sebagian besar transaksi berlangsung melalui “armada bayangan” dan tidak tercatat secara resmi. Data Bank Dunia tahun 2022 bahkan memperkirakan nilai perdagangan China–Iran mencapai US$ 37 miliar.

Tahun lalu, China mengimpor sekitar 80% minyak Iran, memberikan aliran pendapatan vital bagi Teheran, terutama setelah pembeli besar lain seperti India memangkas impor minyak Iran secara drastis sejak sanksi AS diberlakukan pada masa jabatan pertama Trump.

Koresponden Al Jazeera Katrina Yu melaporkan dari Beijing bahwa China telah menjadi mitra dagang terbesar Iran sejak 2016. Hubungan dagang ini disebutnya sebagai “urat nadi ekonomi” bagi Iran.

Baca Juga: Rekor Surplus US$ 1,189 Triliun: Siapa yang Paling Dirugikan China?




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×