kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Niat baik Trump soal penundaan tarif bikin yuan perkasa


Kamis, 12 September 2019 / 13:05 WIB

Niat baik Trump soal penundaan tarif bikin yuan perkasa
ILUSTRASI. Uang yuan China

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Nilai tukar yuan mencatatkan penguatan ke level tertinggi dalam tiga pekan terakhir pada Kamis (12/9). Penguatan mata uang China ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menunda pelaksanaan kenaikan tarif terhadap barang-barang China yang dilihat sebagai 'niatan baik' AS. Sebelumnya, China juga melakukan pengecualian penerapan tarif terhadap sejumlah barang AS. 

Mengutip Reuters, nilai tukar yuan di pasar onshore menguat 0,4% menjadi 7,0848 per dollar pada siang ini, Kamis (12/9). Ini merupakan level terkuat sejak 23 Agustus. Sementara, yuan di pasar offshore juga menguat ke posisi 7,0786 per dollar AS, yang merupakan level paling perkasa sejak 22 Agustus lalu. 

"Adanya niatan baik dari kedua belah pihak, telah mengurangi harapan memanasnya tensi perang dagang AS-China meskipun secara struktural perbedaan di antara AS dan China masih jelas terlihat," jelas analis Citi dalam laporannya yang dirilis hari ini. 

Baca Juga: Analis: Yuan China bisa keok ke level 7,3 per dollar AS pada akhir tahun

Melansir Reuters, Amerika Serikat dijadwalkan akan menaikkan tarif barang-barang impor China senilai US$ 250 miliar per tanggal 1 Oktober 2019. Ini merupakan hari lahirnya Republik China yang ke 70. 

Kini, batas waktu penerapan kenaikan tarif ditunda menjadi 15 Oktober untuk menghindari bentrokan dengan Hari Nasional. Dalam cuitannya di Twitter pada Rabu (11/9), Trump bilang, penundaan itu merupakan permintaan dari Liu He, wakil perdana menteri dan top negotiator China dengan Washington. 

Sebelumnya, China juga mengumumkan pengecualian kenaikan tarif terhadap 16 barang-barang AS, termasuk obat-obatan anti kanker dan pelumas. 

Baca Juga: China melakukan lebih banyak aksi untuk mendorong ekonominya yang melambat

Salah seorang trader di bank asing di Shanghai bilang, karena penundaan tarif menyokong penguatan yuan, investor menunda pembelian mata uang asing, terutama karena pasar finansial China akan ditutup pada Jumat untuk perayaan Mid-Autumn Festival. 

Namun, trader lainnya meragukan apakah penundaan tarif akan menyokong pergerakan yuan dalam waktu panjang. "Perang dagang China-AS belum berakhir. Penundaan tarif tidak banyak berdampak pada sentimen pasar yang sentimen," kata trader lain. 

Reuters menulis, dalam beberapa pekan terakhir, People's Bank of China telah mencegah pelemahan yuan agar tidak terlalu dalam dengan mengawal yuan dengan nilai tukar tengah, di mana nilai onshore yuan dapat diperdagangkan 2% ke atas maupun ke bawah. 

Baca Juga: Di luar dugaan, cadangan devisa China naik menjadi US$ 3,107 triliun pada Agustus

Perang dagang yang berkelanjutan telah memperlambat pertumbuhan ekonomi CHina dan penentu kebijakan telah mencari sejumlah strategi untuk menyokong perekonomian. Data resmi pemerintah China yang dirilis Rabu menunjukkan, bank-bank China memperpanjang pinjaman baru dalam yuan pada bulan Agustus.

Bank sentral juga memangkas jumlah uang tunai yang harus dimiliki bank sebagai cadangan pada minggu lalu, dengan melepaskan 900 miliar yuan (US$ 126,35 miliar). Analis memprediksi, bank sentral akan memangkas suku bunga acuan sebanyak satu atau lebih pada bulan ini.


Sumber : Reuters
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×