Omicron Menyebar, Singapura Bekukan Penjualan Tiket untuk Penerbangan Bebas Karantina

Rabu, 22 Desember 2021 | 13:21 WIB Sumber: Channel News Asia
Omicron Menyebar, Singapura Bekukan Penjualan Tiket untuk Penerbangan Bebas Karantina

ILUSTRASI. A view of an empty departure hall at Singapore's Changi Airport, Singapore January 18, 2021. REUTERS/Edgar Su


KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Singapura akan membekukan semua penjualan tiket baru untuk penerbangan jalur perjalanan yang divaksinasi (VTL) mulai 23 Desember 2021 hingga 20 Januari 2022, di tengah "penyebaran cepat" varian Omicron di banyak negara

Langkah ini akan membantu membatasi paparan Singapura terhadap kasus impor varian Omicron, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan pada Rabu (22/12).

Tapi, pembekuan tidak berlaku untuk penumpang yang sudah memiliki tiket penerbangan VTL dan memenuhi semua persyaratan lainnya. Yang berarti, mereka bisa melanjutkan perjalanan di bawah skema perjalanan bebas karantina.

Kementerian Kesehatan Singapura juga akan mengurangi sementara kuota VTL dan penjualan tiket setelah 20 Januari 2022. Mereka akan terus memantau perkembangan dengan cermat dan memperbarui kebijakan saat situasi berubah.

Baca Juga: WHO: Varian Omicron Sudah Bercokol di 106 Negara Termasuk Indonesia

"Kami melihat lebih banyak kasus Omicron karena penyebaran varian yang cepat di banyak negara dan wilayah," kata Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuh pernyataan, seperti dikutip Channel News Asia.

“Dengan pelacakan kontak yang agresif dan tindakan ringfencing, kami, untuk saat ini, telah bisa membatasi penularan komunitas. Tetapi, ini adalah masalah waktu sebelum varian Omicron menyebar di komunitas kami,” ujar Kementerian Kesehatan Singapura.

Untuk masuk ke Singapura melalui penerbangan VTL yang ditunjuk mulai 21 Januari, penjualan tiket akan dibatasi hingga 50% dari kuota yang dialokasikan, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) menyatakan.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan pada Senin (20/12), ada 71 kasus varian Omicron yang terkonfirmasi di negeri Merlion, dengan 6 di antaranya infeksi lokal.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru