kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Palet kayu ditemukan, hilangnya MH370 terungkap?


Minggu, 23 Maret 2014 / 09:59 WIB
Palet kayu ditemukan, hilangnya MH370 terungkap?
ILUSTRASI. Rekomendasi aplikasi meeting online gratis.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

SINGAPURA. Perdana Menteri Australia Tony Abbott kembali menyampaikan perkembangan terbaru terkait pencarian pesawat Malaysian Airlines MH370, Minggu (23/3/2014).

Berbicara di Ibukota Papua Nugini, Port Moresby, Abbott menyampaikan tim pencari Australia telah mengindentifikasi sejumlah puing termasuk sebuah palet kayu yang berpotensi menjadi kunci utama misteri.

Palet kayu ini adalah salah satu objek yang dibawa penumpang pesawat ini. Dugaan ini diperkuat karena adanya tim kaligrafi China yang menaiki pesawat. Abbott melanjutkan puing-puing ini berukuran relatif kecil, ditemukan dalam kondisi berdekatan di zona pencarian Australia.

"Ini adalah untuk pertama kalinya tim pencari melihat secara langsung puing tersebut," kata Abbott. Ia menambahkan, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan. "Yang pasti, kita memiliki sejumlah petunjuk yang relatif kredibel, dan harapan terus bertambah," katanya mengakhiri penjelasan.

Australia akan terus melanjutkan pencarian pesawat yang menghilang selama tiga minggu ini. Fokus pencarian tetap di area 3.000 km sebelah barat daya Perth.

Pengamat transportasi Australia Neil Hansford menyatakan, sangat besar kemungkinan puing itu adalah bagian dari MH370. Oseanografer Erik Van Sebille dari University of New South Wales menjelaskan kawasan itu memiliki gelombang yang bergerak 1 meter setiap detik dan dapat memindahkan objek yang mengambang 173 kilometer dalam waktu 2 hari.

"Penemuan puing ini berjarak beberapa hari setelah identifikasi satelit Australia, sangat mungkin gelombang telah memindahkan puing itu, dan terkadang sangat sulit bagi kapal untuk menemukannya, dikaitkan dengan penemuan objek oleh satelit China. Jadi, mungkin saja puing itu adalah yang diidentifikasi China," kata Sebille. (News.com.au/Ericsen)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×