Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
4. Kekhawatiran Quantum Computing
Risiko dari perkembangan quantum computing juga ikut menekan sentimen.
Komputer kuantum secara teori berpotensi memecahkan sistem enkripsi Bitcoin. Laporan Chaincode Labs menyebutkan sekitar 20% hingga 50% Bitcoin yang beredar bisa berisiko jika teknologi ini benar-benar matang.
Meski banyak pengembang Bitcoin masih menilai ancaman ini belum mendesak, diskusi dan kekhawatiran investor terkait isu ini terus meningkat.
Menariknya, saham-saham perusahaan quantum computing juga ikut terkoreksi, seiring pelemahan aset-aset berisiko secara umum.
5. Psikologi Siklus Empat Tahunan
Secara historis, Bitcoin kerap mengikuti pola siklus empat tahunan yang berkaitan dengan peristiwa halving.
Setelah halving, pasokan Bitcoin baru berkurang, harga biasanya naik, lalu investor mulai ambil untung, dan pasar masuk fase bearish.
Tonton: Pembiayaan KDMP Tembus Rp 148,6 Triliun, MBG Tembus Rp 1,02 Triliun selama 2025
Menurut Sigel, narasi siklus empat tahunan masih sangat memengaruhi psikologi investor, meskipun jalur dari puncak ke dasar harga jarang berlangsung lurus.
Meski tekanan datang dari berbagai arah, Sigel justru melihat peluang.
Ia menilai besarnya koreksi dan reset leverage membuat level harga saat ini semakin menarik untuk akumulasi dengan horizon satu hingga dua tahun.
“Saya mulai menambah kepemilikan Bitcoin spot hari ini,” tulis Sigel.













