Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Di tengah situasi itu, muncul secercah harapan. Kelompok separatis menyatakan gencatan senjata selama tiga hari untuk menghormati kunjungan Paus, membuka ruang aman bagi warga sipil.
Paus Leo menyambut langkah itu, sembari menegaskan pentingnya dialog lintas agama. Ia optimistis tokoh Kristen dan Muslim dapat berperan sebagai jembatan perdamaian.
Seruan Paus juga mendapat dukungan internasional. Uskup Agung Canterbury, pemimpin spiritual Anglikan dunia, menyatakan berdiri bersama Paus dalam seruan berani untuk perdamaian.
Baca Juga: Paus Leo XIV Kecam Kondisi Kemanusiaan di Gaza dalam Khotbah Natal Perdana
Kunjungan ini menandai pergeseran penting: dari figur yang relatif tenang di awal kepemimpinannya, Paus Leo kini tampil sebagai suara moral global yang lebih lantang, menantang perang, ketidakadilan, dan eksploitasi.
Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, pesannya jelas: arah harus diubah atau dampaknya akan semakin menghancurkan.













