Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - VATICAN CITY. Paus Leo XIV menyerukan agar Venezuela tetap menjadi negara yang berdaulat di tengah perkembangan politik terbaru setelah Presiden Nicolas Maduro digulingkan oleh Amerika Serikat. Paus mengaku mengikuti situasi tersebut dengan penuh keprihatinan.
Dalam doa Minggu di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus Leo—paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat menegaskan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan supremasi hukum sebagaimana diatur dalam konstitusi Venezuela.
Ia juga mengajak semua pihak untuk segera menghentikan kekerasan dan menempuh jalan keadilan serta perdamaian tanpa mengorbankan kedaulatan negara.
Baca Juga: Paus Leo XIV Desak para Uskup AS Tanggapi Tindakan Keras Trump Terhadap Imigran
“Kita tidak boleh menunda upaya mengakhiri kekerasan dan memulai jalan keadilan dan perdamaian, sambil menjamin kedaulatan negara,” kata Paus di hadapan para peziarah.
Pernyataan Paus muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mengambil alih Venezuela yang kaya minyak, menyusul perintah operasi penangkapan terhadap Maduro.
Mantan presiden Venezuela itu kini ditahan di New York dan menunggu proses hukum terkait tuduhan narkoba.
Baca Juga: Paus Leo XIV Soroti Konflik Timur Tengah dan Serukan Dialog
Sebelumnya, Paus Leo dikenal kerap mengkritik sejumlah kebijakan sayap kanan Presiden Trump. Pada Desember lalu, ia juga sempat meminta agar Amerika Serikat tidak menggulingkan Maduro melalui kekuatan militer.
Menurut Paus, kepentingan rakyat Venezuela harus menjadi prioritas utama di atas segala pertimbangan politik lainnya. “Kebaikan rakyat Venezuela yang terkasih harus mengatasi semua kepentingan lain,” ujarnya.













