kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.819   -9,00   -0,05%
  • IDX 8.122   90,39   1,13%
  • KOMPAS100 1.147   14,66   1,29%
  • LQ45 829   7,64   0,93%
  • ISSI 288   4,68   1,65%
  • IDX30 431   4,08   0,96%
  • IDXHIDIV20 517   4,09   0,80%
  • IDX80 128   1,43   1,13%
  • IDXV30 140   1,24   0,89%
  • IDXQ30 140   1,07   0,77%

PBB Menilai Ilegal 158 Perusahaan Beroperasi di Israel


Jumat, 26 September 2025 / 22:02 WIB
Diperbarui Sabtu, 27 September 2025 / 12:19 WIB
PBB Menilai Ilegal 158 Perusahaan Beroperasi di Israel
ILUSTRASI. Truk bertanda logo Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA), menyeberang ke Mesir dari Gaza, di perbatasan Rafah yang melintasi antara Mesir dan Jalur Gaza, 27 November , 2023. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Kantor HAM PBB melaporkan 158 perusahaan, termasuk 68 perusahaan baru, beroperasi di permukiman Israel di Tepi Barat dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Internasional PBB pada 2024. PBB menegaskan perusahaan tersebut baik lokal maupun internasional dari AS, Kanada, China, Prancis, dan Jerman harus memastikan aktivitas mereka tidak berkontribusi pada pelanggaran HAM.

"Perusahaan harus menyediakan atau bekerja sama dalam pemulihan jika mereka menyebabkan dampak negatif terhadap HAM," demikian bunyi laporan dikutip Reuters. Laporan ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan atas aktivitas bisnis di wilayah pendudukan, terutama sejak operasi militer Israel di Gaza dan meningkatnya serangan di Tepi Barat. 

"Laporan ini menegaskan kewajiban uji tuntas bisnis agar tidak terlibat dalam pelanggaran HAM," ujar Volker Türk, Kepala HAM PBB. Israel menolak putusan PBB dan menyebut Tepi Barat sebagai wilayah sengketa.
 


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×