Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks saham S&P500 menembus level 7.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Pada pembukaan perdagangan Rabu (28/1/2026), indeks ini berada di level 7.002,00. Per pukul 21.42 WIB, indeks ini naik 0,29% jadi 6.998,92 dibanding penutupan Selasa (27/1/2026) di level 6.978,60.
Kenaikan ini antara lain ditopang optimisme atas kinerja emiten teknologi. Pelaku pasar bakal fokus mencermati rilis kinerja keuangan perusahaan teknologi. Investor ingin mengonfirmasi bahwa investasi di bidang akal imitasi (AI) benar-benar membuahkan hasil.
Beberapa waktu ke depan, Microsoft, Apple, Meta Platforms, dan Tesla, empat dari tujuh perusahaan dengan kapitalisasi pasar megajumbo, yang juga dikenal dengan sebutan Magnificent Seven, akan merilis laporan keuangan.
Realisasi laba bersih emiten-emiten tersebut akan jadi pendorong utama pasar saham Amerika Serikat (AS). Menurut Tajinder Dhillon, Kepala Riset Pendapatan LSEG, kelompok ini diperkirakan akan membukukan kenaikan pendapatan rata-rata sebesar 21,5% untuk kuartal ini, dibandingkan dengan kenaikan 5,3% untuk perusahaan lainnya di indeks S&P 500.
Baca Juga: Royalti Spotify 2025 Tembus US$11 Miliar, Pecahkan Rekor Industri Musik!
"Ekspektasi sangat tinggi, khususnya untuk Meta, Microsoft, dan Apple minggu ini, ruang bagi mereka untuk mengecewakan sangat kecil," kata Anthony Saglimbene, Kepala Strategi Pasar Ameriprise Financial, seperti dikutip Reuters, Rabu (28/1/2026).
Pertanyaan penting bagi semua perusahaan AS untuk periode pelaporan kuartal keempat adalah sejauh mana perusahaan telah melihat atau dapat memproyeksikan manfaat nyata dari belanja untuk AI.
Ini terutama berlaku bagi perusahaan-perusahaan berskala besar seperti Microsoft dan Meta, yang menghabiskan sejumlah besar uang untuk membangun pusat data dan infrastruktur untuk mendukung aplikasi AI.
Baca Juga: Starbucks Meroket! Penjualan Global Lampaui Ekspektasi Pasar
"Investor ingin mendengar bahwa belanja modal, khususnya yang dilakukan Microsoft dan Meta, akan terus berlanjut, dan mereka melihat monetisasi atau pendapatan yang sangat nyata dari pengeluaran ini," kata Saglimbene.
Microsoft, Meta, dan Tesla akan merilis kinerja keuangan pada Rabu (28/1/2026) waktu AS, setelah pasar tutup. Sementara Apple akan melaporkan kinerja pada Kamis (29/1/2026).
Saham sektor teknologi mengalami stagnasi dalam beberapa minggu terakhir, setelah sebelumnya menjadi mesin utama yang mendorong pasar saham bullish. Sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja terburuk di S&P 500 sejak akhir Oktober lalu.
Baca Juga: Laba Kuartal IV 2025 MSCI Naik Berkat Permintaan Kuat Produk Indeks
Sektor teknologi menyumbang sepertiga dari bobot keseluruhan indeks S&P 500. Tujuh perusahaan raksasa juga menyumbang sekitar sepertiga dari S&P 500.
Kelompok ini termasuk Apple, Microsoft, dan Nvidia, yang diklasifikasikan dalam sektor teknologi, serta Meta dan Alphabet (induk perusahaan Google) di sektor layanan komunikasi, ditambah anggota sektor barang konsumsi non-esensial seperti Amazon dan Tesla.
"Anda hanya bisa mendapatkan rotasi pasar dalam jumlah terbatas jika saham-saham Magnificent Seven turun secara bersamaan. Saham-saham tersebut memiliki bobot yang terlalu tinggi dalam indeks. Jika saham-saham tersebut turun, indeks pun ikut turun," kata Matthew Maley, Kepala Ahli Strategi Pasar Miller Tabak.
Baca Juga: Pendapatan Maruti Suzuki Melejit, Pangkas Pajak Dorong Kinerja
Secara keseluruhan, saham sektor teknologi diperkirakan akan mencatatkan kinerja yang luar biasa. Pendapatan diperkirakan meningkat sekitar 27% pada kuartal keempat, dan naik 31% untuk tahun penuh 2026, menurut LSEG IBES.













