kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Penasihat Beijing: China sudah melakukan berbagai cara, kini semua terserah Trump


Selasa, 03 September 2019 / 11:59 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Melansir CNBC, penasihat pemerintah Beijing Wang Huiyao, mengatakan, saat ini terserah pada Presiden AS Donald Trump apakah ingin mengakhiri perang dagang dan mencapai kata sepakat dengan China atau sebaliknya.

Menurut Wang, China sudah melakukan seluruh upaya -termasuk mengeluarkan undang-undang baru tentang investasi asing pada Maret- untuk menyelesaikan sejumlah masalah yang telah dikeluhkan oleh komunitas pebisnis asing.

Pendiri sekaligus presiden Center for China and Globalization ini juga menguraikan kepada CNBC, undang-undang terbaru ini memaksa dilakukannya transfer teknologi dari pebisnis asing di China dan merupakan langkah untuk melindungi properti intelektual.  

Baca Juga: Bea masuk tambahan ke AS diimplementasikan, China mengadu ke WTO

Dia mengatakan, undang-undang itu akan memberikan posisi yang sama bagi perusahaan luar negeri dengan perusahaan domestik. Ini merupakan solusi dari hal yang menjadi perhatian pemerintah AS.

"Tidak realistis untuk mengubah seluruh hukum di China. Tidak ada satu pun negara yang bisa melakukan itu. Namun, kita bisa mengeluarkan undang-undang baru. Jadi, saya rasa ada hal yang bisa digarap di sini, yang merupakan solusi dari hal yang menjadi perhatian pemerintah AS," paparnya seperti dikutip dari CNBC.

Namun, sejumlah analis mengatakan, undang-undang baru itu (yang akan berlaku efektif pada Januari tahun depan) tidak akan berdampak banyak dan belum cukup untuk memuaskan Washington.

Baca Juga: Sembilan sinyal resesi Amerika ini kembali menyala merah

Selang dua bulan setelah mengeluarkan undang-undang tersebut, Trump menyalahkan China karena melanggar sejumlah komitmen yang disepakati dalam negosiasi sebelumnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×