Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - BEIJING. BYD, produsen kendaraan listrik terbesar di China berdasarkan penjualan, pada hari Jumat (27/2) mencatatkan penurunan laba tahunan pertamanya dalam empat tahun.
Melansir dari Reuters, kondisi ini dipengaruhi oleh lemahnya penjualan di pasar otomotif terbesar di dunia.
Baca Juga: Balas AS, China Investigasi Praktik Perdagangan yang Hambat Produk China ke AS
Perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih 19% menjadi 32,6 miliar yuan (US$4,72 miliar), kata produsen mobil itu dalam pengajuan ke bursa saham.
Angka tersebut dibandingkan dengan penurunan rata-rata 12,1% yang diperkirakan oleh analis yang disurvei oleh LSEG.
Pendapatan perusahaan tumbuh 3,5%. Asal tahu saja, ini merupakan tingkat pertumbuhan terlemah dalam enam tahun.
Untuk periode tiga bulan hingga Desember, laba perusahaan turun 38,2% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 9,3 miliar yuan, penurunan untuk kuartal ketiga berturut-turut.
Baca Juga: India Pangkas Pajak dan Bea Cukai BBM, Antisipasi Lonjakan Harga Minyak Global













