kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Perangi Varian Omicron, New Delhi Lockdown Selama Akhir Pekan


Selasa, 04 Januari 2022 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Seorang petugas kesehatan mengambil sampel tes swab Covid-19 dari seorang pria di tengah penyebaran virus corona varian Omicron di Chandni Chowk, New Delhi, India, Kamis (23/12/2021). REUTERS/Anushree Fadnavis.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Ibu kota India, New Delhi bakal lockdown selama akhir pekan nanti, ketika pihak berwenang bergulat dengan lonjakan baru kasus Covid-19, sebagian didorong oleh varian Omicron yang menyebar cepat.

India dihantam oleh wabah COVID-19 yang menghancurkan tahun lalu yang membanjiri rumahsakit dan krematorium. Tetapi, jumlah kasus harian sejak itu tetap rendah hingga pekan lalu.

Mengutip Channel News Asia, pembatasan baru di ibu kota India datang pada hari yang sama ketika Kepala Menteri New Delhi Arvind Kejriwal mengumumkan dirinya  terinfeksi Covid-19 dan menderita "gejala ringan".

Kejriwal mengatakan, dia melakukan isolasi mandiri di rumah dan mendesak mereka yang berhubungan dengannya dalam beberapa hari terakhir untuk melakukan tes Covid-19.

Baca Juga: Lagi, Satu Kota di China Lockdown demi Bendung Penyebaran Covid-19

New Delhi pekan lalu menutup pusat kebugaran dan bioskop, serta memberlakukan jam malam dalam upaya membendung penyebaran Covid-19, terutama varian Omicron.

Tapi, mulai Jumat (7/1) malam hingga Senin (10/1) pagi, New Delhi bakal lockdown, semua penduduk selain pekerja penting harus tinggal di rumah mereka.

"Pemerintah sepenuhnya siap untuk memerangi situasi COVID-19 apa pun," kata Wakil Kepala Menteri New Delhi Manish Sisodia dalam pidato Selasa (4/1), seperti dilansir Channel News Asia.

Lebih dari 200.000 orang meninggal di seluruh India musim semi lalu setelah gelombang infeksi varian Delta yang membuat sistem perawatan kesehatan negeri Sungai Gangga bertekuk lutut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×