kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Perekrutan di Asia Menopang Perekurt Inggris di Tengah Kemerosotan di Eropa


Kamis, 16 April 2026 / 18:18 WIB
Perekrutan di Asia Menopang Perekurt Inggris di Tengah Kemerosotan di Eropa
ILUSTRASI. HAYS-OUTLOOK/ (REUTERS/Edgar Su)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perekrutan di Asia sebagian mengimbangi penurunan berkepanjangan di Eropa, kata perusahaan perekrutan Inggris, Hays.

Mengutip Reuters, Kamis (O16/4/2026), Hays melaporkan penurunan 8% dalam pendapatan bersih untuk periode Januari-Maret, penurunan selama 12 kuartal berturut-turut, karena pelemahan di pasar terbesarnya, Jerman, lebih besar daripada penguatan di Jepang, China, dan Hong Kong.

Namun, penurunan pendapatan bersih Hays lebih lambat daripada kuartal sebelumnya dan lebih baik dari yang dikhawatirkan, kata analis di RBC Capital Markets dan Jefferies. Saham Hays naik 4%.

Baca Juga: Fokus ke Iklan dan Konten, Investor Nantikan Kinerja Kuartalan Netflix

Pembaruan Hays secara umum menggemakan laporan dari perusahaan sejenis seperti Robert Walters dan PageGroup, yang awal pekan ini juga melaporkan penurunan pendapatan tetapi mengatakan laju penurunan telah mereda di beberapa pasar.

Asia tampaknya menjadi titik terang bagi ketiga perusahaan perekrut yang bergulat dengan sentimen lemah di Eropa, di mana bisnis memperlambat perekrutan, dan kandidat tetap enggan untuk berpindah pekerjaan.

Namun, Hays mengatakan prospek jangka pendek tetap menantang.

Pembaruan triwulanan dari perusahaan perekrut ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat perang Iran, yang diperkirakan akan menyebabkan kenaikan biaya secara luas jika harga minyak tetap tinggi dan karenanya meredam sentimen bisnis dalam beberapa bulan mendatang.

Suku bunga yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang lemah, dan ketidakpastian geopolitik memicu penurunan perekrutan selama tiga tahun terakhir setelah booming pasca-pandemi, memaksa perusahaan perekrut seperti Hays untuk memangkas biaya dan menutup operasi di beberapa pasar.

Baca Juga: Hadiah French Open Naik 9,5%, Petenis Babak Awal Bisa Tersenyum Lebar!

Hays, yang memiliki eksposur lebih besar terhadap pasar perekrutan sementara dan kontrak, mempertahankan prospek labanya.

Analis di RBC Capital Markets mengatakan disiplin biaya dan peningkatan produktivitas membantu Hays untuk melindungi pendapatan, tetapi memperingatkan bahwa kesabaran investor tampaknya mulai menipis dengan penurunan berkepanjangan di pasar perekrutan.

Saham Hays, PageGroup, dan Robert Walters telah mengalami kerugian besar dalam beberapa tahun terakhir.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×