kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Persaingan Pengembangan AI Memanas: China Bentuk Pakta Sendiri di Luar Pakta AS


Sabtu, 18 Juli 2026 / 05:54 WIB
Persaingan Pengembangan AI Memanas: China Bentuk Pakta Sendiri di Luar Pakta AS
ILUSTRASI. China mendesak negara-negara memanfaatkan AI open-source buatan China (KONTAN/Panji Indra)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI/BEIJING. China berambisi menjadi pemimpin dalam pengembangan akal imitasi (AI) global. Presiden China Xi Jinping, Jumat (17/7/2026), menyebut, Beijing merupakan juara tatanan AI global baru.

Dalam pidato pada upacara pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, Xi mendesak negara-negara memanfaatkan AI open-source. Ia juga berjanji China akan membantu negara-negara berkembang membangun kemampuan AI.

Pernyataan tersebut merupakan sikap Xi yang paling jelas hingga saat ini tentang ambisi China membentuk tatakelola AI global. Ini juga pertama kalinya pemimpin China secara terbuka mempromosikan model open-source asal negara ini.

Xi menguraikan visi di mana Tiongkok berbagi teknologi dan keahlian AI dengan negara-negara di seluruh Global Selatan, sambil memimpin upaya global untuk menciptakan standar yang mengatur teknologi yang sedang berkembang ini.

Baca Juga: Trump Akan Hadiri Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol VS Argentina

Pidato tersebut menggambarkan koalisi AI China sebagai saingan inisiatif internasional Pax Silica yang dipimpin AS untuk mengamankan rantai pasokan AI global dan mineral penting. Tapi dalam pidatonya, Xi menghindari menyebut Washington.

Media pemerintah China menggambarkan strategi AI Beijing tersebut sebagai respons terhadap upaya AS, yang disebut berniat membangun Tirai Besi AI.

Konferensi WAIC menggarisbawahi pergeseran lanskap AI, seiring model AI open-source China mengalami peningkatan pesat dibandingkan sistem dari perusahaan AS seperti OpenAI dan Anthropic.

Baca Juga: Warga Buenos Aires Dukung Pemain Argentina soal Spanduk Malvinas

Startup Moonshot AI yang berbasis di Beijing pada Jumat (17/7/2026) meluncurkan Kimi K3, yang digambarkan sebagai model AI open-source terbesar di dunia berdasarkan jumlah parameter.

Xi juga menyerukan agar sistem AI tetap berada di bawah kendali manusia dan mendesak negara-negara untuk membangun mekanisme peringatan dini dan tanggap darurat untuk mengelola risiko AI. Ia juga mendesak langkah-langkah untuk mencegah skenario kehilangan kendali, memperingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh sistem AI otonom yang dapat menghindari pengawasan dan kendali manusia.

Xi menyatakan, China akan menyediakan pelatihan AI dan mengembangkan pusat kerjasama AI dengan negara-negara BRICS, ASEAN, Amerika Latin, dan Uni Afrika. China menegaskan akan menyelaraskan diplomasi AI-nya dengan blok-blok Global Selatan utama, di mana Beijing sudah memiliki pengaruh yang signifikan.

Baca Juga: Perusahaan AS Dikepung Lonjakan Serangan Siber, dari Nike hingga Anak Usaha Coca-Cola

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah peluncuran World Artificial Inttleigence Cooperation Organization (WAICO) yang dibentuk oleh China, yang telah diikuti oleh 29 negara anggota. Xi menyebut organisasi tersebut sebagai tonggak sejarah dalam pengembangan AI dunia. Indonesia juga menjadi anggota.

China berupaya menghindari citra sebagai pengikut aturan di sektor yang saat ini didominasi perusahaan-perusahaan AS, dengan kontrol ekspor AS, serta kemitraan teknologi yang dipimpin Washington.

"Pesan Xi jelas: China tidak akan mengikuti siapa pun dalam hal teknologi dan standar AI. Sebaliknya, China akan memimpin dunia dalam kedua aspek tersebut," kata George Chen, Chairman perusahaan konsultan The Asia Group.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×