Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Jumlah kasus virus corona harian di Korea Selatan turun di bawah 400 pada hari ini. Tetapi infeksi kluster sporadis masih menempatkan virus di negara itu dalam risiko karena otoritas kesehatan memutuskan untuk memperpanjang langkah-langkah jarak sosial yang lebih ketat di wilayah Seoul yang lebih besar selama satu minggu lagi.
Jumat (28/8), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan 371 kasus Covid-19 baru dalam 24 jam terakhir, termasuk 359 infeksi lokal.
Baca Juga: Kasus corona melonjak, Korea Selatan pertahankan kebijakan jarak sosial Tingkat 2
Penghitungan harian hari Jumat menandai penurunan tajam dari hari sebelumnya ketika kasus virus baru negara itu melonjak ke hampir enam bulan tertinggi di posisi 441. Tetapi tes virus yang lebih sedikit pada hari sebelumnya mungkin telah menyeret turun jumlah kasus baru karena beberapa klinik pemeriksaan virus yang berada luar ruangan ditangguhkan operasionalnya karena Topan Bavi.
Namun, jumlah kasus virus harian tetap berada di tiga digit selama lebih dari dua minggu. Sejak 14 Agustus, lebih dari 4.300 kasus telah dilaporkan di Korea Selatan, sebagian besar terkait dengan gereja konservatif di sebelah utara Seoul dan unjuk rasa pada Hari Pembebasan 15 Agustus di Seoul.
Kota-kota besar lainnya melaporkan infeksi tambahan, dengan kota Gwangju di barat daya menambahkan 17 kasus dan kota pelabuhan Busan mengkonfirmasi delapan kasus lagi. Semua dari 17 provinsi dan kota di negara itu melaporkan kasus virus tambahan.
Gereja Sarang Jeil di utara Seoul - menjadi sarang lonjakan infeksi baru-baru ini. Sejauh ini telah melaporkan 959 kasus Covid-19 terkait gereja itu.
Kasus-kasus terkait gereja juga menyebabkan infeksi di setidaknya di 23 lokasi, dengan kasus-kasus dilaporkan di sembilan provinsi dan kota yang berbeda di luar wilayah Seoul yang lebih besar.
Selain itu, ada 273 pasien telah dilaporkan dari demonstrasi pada 15 Agustus di pusat kota Seoul. Dengan kasus yang diidentifikasi di 10 provinsi dan kota yang berbeda di luar wilayah Seoul yang lebih besar terkait kluster unjuk rasa itu.
Baca Juga: Korea Selatan memperpanjang larangan short selling hingga Maret 2021
Korea Selatan telah mengendalikan virus, dengan kasus baru setiap hari tetap dalam angka dua digit, hingga awal Agustus. Beberapa infeksi kluster di wilayah Seoul yang lebih besar kemudian mulai menyebar dan membebani upaya memerangi virus di negara itu.
Untuk membendung penyebaran virus, otoritas kesehatan pertama-tama menerapkan jarak sosial Level 2 di Seoul dan Provinsi Gyeonggi selama dua minggu mulai 16 Agustus. Kota pelabuhan barat Incheon diberlakukan tiga hari kemudian sebelum pemerintah memperluas skema secara nasional pada hari Minggu.
Namun, karena kasus virus di wilayah Seoul yang lebih besar tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, pemerintah pada hari ini memutuskan untuk memperpanjang jarak Level 2 selama satu minggu lagi hingga akhir pekan pertama bulan September mendatang.
Jumlah akumulasi kasus Covid-19 di wilayah Seoul yang lebih besar sekarang telah mencapai 7.200. Ini sudah melebihi kota Daegu, yang pernah menjadi hotspot virus corona di negara itu menyusul wabah besar-besaran yang terkait dengan pengikut sekte agama Shincheonji.
Dengan jarak sosial di Level 2, pertemuan dalam ruangan yang terdiri dari 50 orang atau lebih dan pertemuan di luar ruangan yang terdiri dari 100 orang atau lebih sangat dilarang. Acara olahraga harus diadakan tanpa keramaian, sementara fasilitas dengan risiko infeksi tinggi, seperti bar dan warung internet, harus menghentikan bisnisnya. Pemerintah juga melarang kebaktian gereja secara langsung.
Selain jarak sosial Level 2, ibu kota juga memutuskan untuk melarang penggunaan transportasi umum bagi mereka yang tidak memakai masker. Demonstrasi 10 orang atau lebih dibatasi di Seoul.
Baca Juga: Jumlah kasus corona naik, Korea Selatan desak karyawan bekerja dari rumah (WFH)
Otoritas kesehatan mengatakan mereka sedang mencari opsi untuk pindah ke level Level 3, yang merupakan tertinggi dari tingkat jarak sosial. Ini menjadi level paling sulit, pemerintah harus berhati-hati karena dapat sangat merusak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Jika batasan saat ini dinaikkan ke level tertinggi, pertemuan lebih dari 10 orang akan dilarang. Tidak hanya fasilitas berisiko tinggi, seperti klub, tetapi juga fasilitas berisiko menengah, termasuk bioskop, aula pernikahan, dan kafe, disarankan untuk menunda operasionalnya.
Jumlah kasus impor yang baru diidentifikasi mencapai 12, dengan delapan di antaranya terdeteksi di pos pemeriksaan karantina di bandara dan pelabuhan. Jumlah total kasus impor negara itu sekarang mencapai 2.782.













