Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal IV 2025 direvisi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, seiring penurunan investasi bisnis, termasuk akumulasi persediaan. Meski demikian, laba perusahaan justru mencatat lonjakan signifikan.
Melansir Reuters, Biro Analisis Ekonomi (BEA) Departemen Perdagangan AS melaporkan, produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 0,5% secara tahunan (annualized) pada kuartal IV, dalam estimasi ketiga yang dirilis Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Naik Tipis, The Fed Makin Pede Tahan Suku Bunga
Angka ini lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 0,7%, bahkan jauh di bawah estimasi awal sebesar 1,4%.
Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan pertumbuhan tidak akan direvisi dari level 0,7%.
Revisi penurunan ini mencerminkan pelemahan belanja bisnis, terutama pada produk intelektual serta investasi persediaan.
Dari sisi konsumsi, yang menyumbang lebih dari dua pertiga perekonomian AS, pertumbuhan juga direvisi turun menjadi 1,9% dari sebelumnya 2,0%.
Perlambatan ekonomi ini sebagian besar dipicu oleh dampak penutupan pemerintahan (government shutdown) tahun lalu, yang menyebabkan penurunan tajam dari pertumbuhan kuartal III sebesar 4,4%.
Baca Juga: Emas Menguat Seiring Dolar Melemah dan Ketegangan Timur Tengah Terus Berlanjut
Meski demikian, data PDB kuartal III dan IV dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi.
Indikator penjualan final kepada pembeli domestik swasta yang mengecualikan sektor pemerintah, perdagangan, dan persediaan tumbuh 1,8% pada kuartal IV, sedikit lebih rendah dari estimasi sebelumnya 1,9%.
Indikator permintaan domestik ini menjadi perhatian utama pembuat kebijakan. Sebagai perbandingan, pada kuartal III indikator tersebut tumbuh lebih kuat di level 2,9%.
Di sisi lain, laba perusahaan dari produksi saat ini melonjak tajam sebesar US$246,9 miliar pada kuartal IV, naik dari US$175,6 miliar pada kuartal sebelumnya.
Jika diukur dari sisi pendapatan, ekonomi AS tumbuh 2,6% pada kuartal IV. Sementara itu, gross domestic income (GDI) tercatat meningkat 3,5% pada kuartal III.
Baca Juga: Selat Hormuz Masih Ditutup, UAE Tegaskan Iran Harus Buka Tanpa Syarat
Rata-rata antara PDB dan GDI yang sering disebut sebagai ukuran aktivitas ekonomi yang lebih komprehensif menunjukkan, pertumbuhan sebesar 1,5% pada kuartal IV, turun dari 4,0% pada kuartal sebelumnya.
Meskipun pertumbuhan diperkirakan kembali menguat pada kuartal I 2026, konflik antara AS-Israel dan Iran masih menjadi risiko yang membayangi prospek ekonomi ke depan.













