kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.765   12,00   0,07%
  • IDX 6.600   74,46   1,14%
  • KOMPAS100 864   11,98   1,41%
  • LQ45 654   10,59   1,64%
  • ISSI 230   0,99   0,43%
  • IDX30 366   6,01   1,67%
  • IDXHIDIV20 452   8,85   2,00%
  • IDX80 98   1,48   1,52%
  • IDXV30 125   1,21   0,98%
  • IDXQ30 117   2,14   1,86%

Perusahaan Energi Global Ramai-Ramai Bidik Venezuela


Selasa, 01 September 2026 / 17:20 WIB
Perusahaan Energi Global Ramai-Ramai Bidik Venezuela
ILUSTRASI. Temuan cadangan gas ENI (Dok/ENI)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Venezuela kembali menjadi magnet bagi perusahaan energi global. Sejumlah perusahaan besar dikabarkan segera meneken kesepakatan final untuk mengembangkan proyek energi di negara anggota OPEC tersebut.

Reuters (1/9) melaporkan, Chevron dan GE Vernova dari Amerika Serikat, ONGC dari India, Eni dari Italia, serta GeoPark asal Kolombia disebut berada di tahap akhir negosiasi setelah berbulan-bulan membahas pengembangan proyek energi di Venezuela. Kesepakatan itu berpotensi ditandatangani mulai pekan ini.

Sebagian besar perjanjian berkaitan dengan migrasi kontrak minyak ke aturan hidrokarbon Venezuela yang telah diperbarui. Regulasi baru tersebut memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan asing untuk memperluas dan mengoperasikan ladang minyak, mengekspor produksi, serta menerima hasil penjualan minyak.

Selain sektor minyak, sejumlah kesepakatan juga mencakup proyek energi dan kelistrikan baru. Namun, daftar perusahaan yang akan meneken kontrak masih dapat berubah karena negosiasi berlangsung hingga tahap akhir.

Chevron menjadi salah satu perusahaan yang berpeluang mendapatkan kesepakatan besar. Perusahaan asal AS itu tengah mengincar tambahan blok di kawasan Orinoco Belt untuk memperluas salah satu proyek patungannya dengan perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA.

Chevron juga membidik wilayah Monagas North. Area tersebut dinilai strategis karena berpotensi menjadi sumber pengencer atau diluent yang dibutuhkan untuk mengolah minyak ekstra berat Venezuela.

Baca Juga: PMI Manufaktur Taiwan Bertahan di Level Ekspansif 54,7, Permintaan Ekspor Menguat

Presiden AS Donald Trump pada Senin juga menyebut Exxon Mobil dan Chevron sebagai perusahaan energi AS yang berkomitmen berinvestasi di Venezuela. Namun, Trump tidak merinci bentuk maupun nilai investasinya.

Sementara itu, GeoPark disebut telah mengalami kemajuan dalam negosiasi untuk mengembangkan ladang minyak berat Bare di kawasan Orinoco. Proyek tersebut berpotensi memberikan akses kepada GeoPark terhadap cadangan hingga 1 miliar barel.

Perusahaan energi Italia Eni juga tengah memperkuat posisinya di Venezuela. Eni memiliki proyek gas lepas pantai Perla bersama Repsol serta kemitraan dengan PDVSA di ladang minyak Corocoro.

Eni menyatakan tengah bekerja sama dengan mitra di Venezuela dan otoritas terkait untuk mendukung pemulihan sektor energi negara tersebut. Chevron, GE Vernova, ONGC, GeoPark, Kementerian Perminyakan Venezuela dan PDVSA belum memberikan komentar.

Kesepakatan perusahaan-perusahaan tersebut terpisah dari kesepakatan besar Caracas-Washington yang diumumkan pekan lalu. Dalam kesepakatan itu, AS akan mendapatkan kepemilikan di 17 ladang minyak Venezuela dengan total cadangan terbukti sekitar 64 miliar barel.

Jumlah tersebut setara sekitar seperlima dari total cadangan minyak mentah Venezuela. Langkah ini menandai meningkatnya kembali minat investor asing terhadap sektor energi Venezuela setelah perubahan aturan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan asing.

Baca Juga: Ekspansi Mobil China Makin Agresif, Beijing Perketat Aturan Main




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×