kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.984   24,00   0,14%
  • IDX 7.369   -216,27   -2,85%
  • KOMPAS100 1.027   -32,28   -3,05%
  • LQ45 753   -22,56   -2,91%
  • ISSI 258   -8,66   -3,25%
  • IDX30 398   -12,02   -2,93%
  • IDXHIDIV20 493   -14,34   -2,83%
  • IDX80 115   -3,51   -2,95%
  • IDXV30 133   -3,94   -2,87%
  • IDXQ30 128   -4,22   -3,18%

Pimpinan Divisi Hardware OpenAI Mengundurkan Diri Setelah Kesepakatan dengan Pentagon


Minggu, 08 Maret 2026 / 21:01 WIB
Pimpinan Divisi Hardware OpenAI Mengundurkan Diri Setelah Kesepakatan dengan Pentagon
ILUSTRASI. OPENAI-COMPUTE/ (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Caitlin Kalinowski, eksekutif yang menangani pengembangan perangkat keras di OpenAI, mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu lalu. Keputusan ini dilatarbelakangi kekhawatiran terkait kesepakatan perusahaan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon).

Dalam unggahan di media sosial X, Kalinowski menyatakan bahwa OpenAI tidak cukup mempertimbangkan risiko sebelum menyetujui penerapan model AI mereka pada jaringan cloud rahasia milik Pentagon.

“AI memiliki peran penting dalam keamanan nasional,” tulis Kalinowski.

“Namun pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan yudisial dan otonomi mematikan tanpa otorisasi manusia adalah batasan yang seharusnya mendapat pertimbangan lebih matang,” tambahnya.

Meski Reuters belum berhasil menghubungi Kalinowski secara langsung, dalam postingannya dia menegaskan memiliki “rasa hormat yang mendalam” terhadap CEO OpenAI, Sam Altman, dan timnya.

Namun, dia menyoroti bahwa kesepakatan dengan Pentagon diumumkan “tanpa batasan yang jelas,” sehingga menimbulkan kekhawatiran tata kelola.

“Ini terutama masalah tata kelola,” lanjut Kalinowski dalam unggahan berikutnya. “Isu-isu ini terlalu penting untuk diumumkan atau disepakati secara tergesa-gesa.”

Pihak OpenAI menyatakan sehari setelah kesepakatan bahwa perjanjian tersebut mencakup perlindungan tambahan untuk mengamankan penggunaan teknologinya. Pada hari Sabtu, perusahaan menegaskan kembali bahwa “garis merah” mereka melarang penggunaan AI untuk pengawasan domestik maupun senjata otonom.

“Kami menyadari bahwa masyarakat memiliki pandangan yang kuat mengenai isu-isu ini, dan kami akan terus berdiskusi dengan karyawan, pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas global,” kata pernyataan resmi OpenAI kepada Reuters.

Caitlin Kalinowski bergabung dengan OpenAI pada tahun 2024 setelah sebelumnya memimpin pengembangan perangkat keras realitas tertambah di Meta Platforms.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×