kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Pimpinan Divisi Hardware OpenAI Mengundurkan Diri Setelah Kesepakatan dengan Pentagon


Minggu, 08 Maret 2026 / 21:01 WIB
Pimpinan Divisi Hardware OpenAI Mengundurkan Diri Setelah Kesepakatan dengan Pentagon
ILUSTRASI. OPENAI-COMPUTE/ (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Caitlin Kalinowski, eksekutif yang menangani pengembangan perangkat keras di OpenAI, mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu lalu. Keputusan ini dilatarbelakangi kekhawatiran terkait kesepakatan perusahaan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon).

Dalam unggahan di media sosial X, Kalinowski menyatakan bahwa OpenAI tidak cukup mempertimbangkan risiko sebelum menyetujui penerapan model AI mereka pada jaringan cloud rahasia milik Pentagon.

“AI memiliki peran penting dalam keamanan nasional,” tulis Kalinowski.

“Namun pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan yudisial dan otonomi mematikan tanpa otorisasi manusia adalah batasan yang seharusnya mendapat pertimbangan lebih matang,” tambahnya.

Meski Reuters belum berhasil menghubungi Kalinowski secara langsung, dalam postingannya dia menegaskan memiliki “rasa hormat yang mendalam” terhadap CEO OpenAI, Sam Altman, dan timnya.

Namun, dia menyoroti bahwa kesepakatan dengan Pentagon diumumkan “tanpa batasan yang jelas,” sehingga menimbulkan kekhawatiran tata kelola.

“Ini terutama masalah tata kelola,” lanjut Kalinowski dalam unggahan berikutnya. “Isu-isu ini terlalu penting untuk diumumkan atau disepakati secara tergesa-gesa.”

Pihak OpenAI menyatakan sehari setelah kesepakatan bahwa perjanjian tersebut mencakup perlindungan tambahan untuk mengamankan penggunaan teknologinya. Pada hari Sabtu, perusahaan menegaskan kembali bahwa “garis merah” mereka melarang penggunaan AI untuk pengawasan domestik maupun senjata otonom.

“Kami menyadari bahwa masyarakat memiliki pandangan yang kuat mengenai isu-isu ini, dan kami akan terus berdiskusi dengan karyawan, pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas global,” kata pernyataan resmi OpenAI kepada Reuters.

Caitlin Kalinowski bergabung dengan OpenAI pada tahun 2024 setelah sebelumnya memimpin pengembangan perangkat keras realitas tertambah di Meta Platforms.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×