kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

'Please, tetap tinggal di rumah'


Kamis, 22 Oktober 2020 / 10:46 WIB
'Please, tetap tinggal di rumah'
ILUSTRASI. Seorang sukarelawan meletakkan bendera Amerika mewakili beberapa dari 200.000 nyawa yang hilang di AS dalam pandemi penyakit virus corona (COVID-19) di National Mall, Washington. REUTERS/Joshua Roberts


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Massachusetts memiliki rata-rata lebih dari 700 kasus baru sehari selama tujuh hari terakhir. Ini merupakan rata-rata tujuh hari tertinggi sejak akhir Mei, menurut analisis Reuters.

Di Kota New York, rumah bagi sistem sekolah umum terbesar di negara itu, pejabat memerintahkan beberapa sekolah untuk kembali ke pembelajaran jarak jauh pada awal bulan ini setelah kasus infeksi melonjak di beberapa daerah.

Gubernur New York Andrew Cuomo melonggarkan pembatasan yang diberlakukan di beberapa zona cluster di wilayah kota Queens, dengan mengatakan wabah di sana telah mereda. Langkah tersebut memungkinkan sekolah di daerah tersebut untuk dibuka kembali tetapi dengan pengujian mingguan yang ketat.

New York merupakan wilayah pusat awal pandemi di Amerika dan telah menyaksikan lebih banyak kematian akibat Covid-19 daripada negara bagian AS lainnya, dengan lebih dari 33.000 korban meninggal per Rabu.

Di Los Angeles, distrik sekolah terbesar kedua di negara itu, sekolah tetap ditutup untuk pendidikan tatap muka bagi sebagian besar siswa.

Selanjutnya: Bahaya! Covid-19 bisa picu diabetes yang mematikan


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×