Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sebuah salon rambut di Beijing menawarkan potongan rambut bernuansa patriotik dan militer bagi anak-anak menjelang parade militer terbesar China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Awal bulan ini, penata rambut Wang Xueru mendapati sejumlah anak yang datang ke tokonya meminta ukiran bergambar bendera nasional atau tank pada bagian undercut, yakni cukuran tipis di sisi kepala tempat desain dapat diukir.
Melihat semakin banyak permintaan serupa, perempuan berusia 34 tahun itu kemudian menjadikan layanan khusus tersebut sebagai bagian dari penyambutan parade militer yang akan digelar pekan depan di pusat ibu kota.
Baca Juga: China Akan Pamer Teknologi Militer Terbaru di Parade Besar Pekan Depan
Meski potongan rambut tetap berbayar, Wang menggratiskan jasa ukir desain.
“Saya berpikir, bagaimana kalau ukiran ini diberikan gratis saja? Asalkan anak-anak mau, kami bisa melakukannya tanpa biaya,” ujarnya.
Wang, yang sudah lama menantikan parade militer tersebut, juga menantikan kemungkinan melihat hasil karyanya saat siaran langsung acara berlangsung pada Rabu depan.
“Saya akan mencari apakah ada anak dengan desain bendera kecil di kepalanya. Bisa jadi dia adalah klien saya,” katanya sambil tersenyum.
Parade yang disebut “Hari Kemenangan” oleh Beijing ini menandai berakhirnya Perang Dunia II setelah Jepang menyerah secara resmi, sekaligus menampilkan kekuatan militer Chinaa yang terus berkembang.
Baca Juga: Rusia dan China Peringati Kemenangan Perang Dunia II, Dibayangi Perang Ukraina
Dalam parade yang sangat terencana itu, akan ditampilkan berbagai peralatan mutakhir, mulai dari jet tempur, sistem pertahanan rudal, hingga senjata hipersonik.
Chen Nan, salah satu orang tua yang membawa anaknya untuk potongan rambut bertema militer, menilai kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus memberi kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam perayaan nasional.
“Saya pikir bagi anak-anak, kegiatan ini juga punya makna pendidikan. Bagi keluarga kami, semakin kuat Tiongkok, semakin kecil kemungkinan kami dibully. Namun yang paling penting bagi kami adalah perdamaian – kami hanya berharap perdamaian yang abadi,” ujarnya.