CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Presiden Kazakhstan: Tujuan Utama Kerusuhan Ini adalah Kudeta


Selasa, 11 Januari 2022 / 12:50 WIB
Presiden Kazakhstan: Tujuan Utama Kerusuhan Ini adalah Kudeta
ILUSTRASI. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - NUR-SULTAN. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengatakan, serangkaian kerusuhan yang terjadi di negaranya memiliki satu tujuan akhir: perebutan kekuasaan atau kudeta. Menurutnya, aksi ini dikoordinasikan oleh satu pihak tertentu.

Berbicara dalam pertemuan virtual aliansi militer Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia pada Senin (10/1), Tokayev mengungkapkan, ketertiban telah dipulihkan dan perburuan dalang terorisme sedang berlangsung.

"Dengan kedok protes spontan, gelombang kerusuhan pecah. Menjadi jelas bahwa tujuan utama adalah untuk merusak tatanan konstitusional dan untuk merebut kekuasaan. Kita berbicara tentang upaya kudeta," kata Tokayev, seperti dikutip Reuters.

Tokayev menyebutkan, operasi kontra-terorisme skala besar akan segera berakhir bersamaan dengan misi CSTO yang melibatkan hingga 2.030 tentara dan 250 unit perangkat keras militer.

Baca Juga: China-Rusia Sepakat akan Melindungi Kazakhstan dari Kekacauan

Demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar mulai muncul lebih dari satu minggu lalu. Aksi berkembang semakin besar di banyak wilayah dan melayangkan protes keras terhadap Pemerintahan Tokayev.

Nursultan Nazarbayev, Presiden Kazakhstan sebelumnya, tak luput dari serangan kritik dan protes.

Gerakan cepat dari aksi massa ini membuat Tokayev yakin ada upaya kudeta di baliknya. Terlebih lagi, aksi terpusat di Kota Almaty yang merupakan titik penting untuk terhubung ke kota-kota besar lainnya.

"Pukulan utama ditujukan terhadap Almaty. Jatuhnya kota ini akan membuka jalan bagi pengambilalihan wilayah selatan yang padat penduduknya dan kemudian seluruh negeri. Lalu, mereka berencana untuk merebut ibu kota," lanjut Tokayev.

Di hadapan forum CSTO, Tokayev mengatakan, akan segera melaporkan kepada komunitas internasional mengenai apa yang terjadi di negaranya. Saat ini ia menyampaikan, sudah ada 16 anggota pasukan keamanan yang tewas. Sementara jumlah korban sipil masih terus diselidiki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×