Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Lembaga pengawas persaingan usaha India menyelidiki Anheuser-Busch InBev (AB InBev) dengan tudingan melakukan kartel minuman beralkohol di India. Sebelumnya, produsen minuman beralkohol asal Belgia tersebut berstatus sebagai saksi.
Reuters melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui perihal ini, status AB InBev dalam kasus ini diubah dari pihak ketiga menjadi pihak yang sedang diselidiki pada November 2025.
CCI menemukan fakta bahwa sejumlah pengecer telah membuat kesepakatan di antara mereka sendiri untuk menyimpan dan menjual bir AB InBev, dan mengecualikan produk dari Heineken, United Breweries, dan Carlsberg.
Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Dorong Permintaan Biofuel di Tengah Konflik Iran
CCI juga mengatakan menemukan pengecer berhak menerima insentif khusus untuk mempromosikan produk AB InBev, yang merupakan produsen bir terbesar di dunia, secara eksklusif.
AB InBev menganggap penetapan status ini ilegal karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya, sidang, atau perintah beralasan yang mendahului perubahan drastis ini. Hal tersebut diungkapkan AB InBev dalam pengajuan pengadilan yang dilihat Reuters.
AB InBev secara pribadi mengatakan kepada CCI bahwa kasus tersebut harus dibatalkan, karena lembaga tersebut gagal memberikan bukti untuk menunjukkan adanya komunikasi antara pengecer untuk memboikot bir yang bukan produksi AB InBev.
Baca Juga: India Pangkas Tarif Mobil Mewah Eropa Jadi 30%, BMW dan Mercedes Diuntungkan
Sejak 2022, Competition Commission of India (CCI) telah menyelidiki 42 pengecer alkohol di Telangana, negara bagian konsumen bir terbesar di India, dengan dugaan membentuk kartel untuk menyingkirkan pesaing AB InBev. Kartel tersebut membuat pangsa pasar AB InBev di India melonjak tajam.
Sekadar info, AB InBev merupakan produsen sejumlah merek bir ternama di dunia, termasuk Budweiser dan Corona. AB InBev pernah digerebek pada 2024, tetapi tidak ada detail lain yang sebelumnya dipublikasikan.
Dalam sidang pengadilan singkat pada 16 April, menurut dua sumber yang mengetahui keputusan pengadilan tersebut, seorang hakim di negara bagian Karnataka bagian selatan menangguhkan penyelidikan terhadap AB InBev. Perintah pengadilan belum dipublikasikan.
Baca Juga: Investasi Global di Industri Antariksa Cetak Rekor pada Kuartal I-2026
Menurut Asosiasi Pembuat Bir India, pasar bir India bernilai US$ 10 miliar. Heineken berkontribusi sekitar setengah dari pasar, sementara AB InBev dan Carlsberg masing-masing menyumbang 19%.













