kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.726   -65,00   -0,39%
  • IDX 8.321   -659,01   -7,34%
  • KOMPAS100 1.150   -89,31   -7,20%
  • LQ45 817   -59,35   -6,77%
  • ISSI 304   -26,91   -8,14%
  • IDX30 420   -24,08   -5,42%
  • IDXHIDIV20 495   -23,91   -4,60%
  • IDX80 127   -10,17   -7,39%
  • IDXV30 138   -6,33   -4,40%
  • IDXQ30 135   -7,39   -5,18%

Proyeksi Emas US$ 6.000: Ini Alasan Bank Sentral & Investor Terus Memburu Si Kuning!


Rabu, 28 Januari 2026 / 08:19 WIB
Proyeksi Emas US$ 6.000: Ini Alasan Bank Sentral & Investor Terus Memburu Si Kuning!
ILUSTRASI. Harga emas diprediksi capai US$ 6.000/ounce akhir tahun. Pembelian bank sentral & gejolak global jadi pemicu utama. (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Meski harga emas menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, antusiasme pembeli di China justru belum surut. Toko-toko emas di Shanghai dan Hong Kong dipadati pelanggan pekan ini, dengan banyak di antaranya yakin harga emas masih akan terus naik.

“Masih cukup banyak orang yang membeli emas, karena kesadaran terhadap emas adalah tren jangka panjang dan arahnya tetap naik,” kata Zhao Jinhao, penjual emas di sebuah pusat perhiasan di Shanghai, Selasa.

Dia menambahkan, “Harganya naik dari sedikit di atas 20 yuan pada 1980-an menjadi lebih dari 1.000 yuan sekarang, dan sepanjang waktu itu trennya terus menanjak.”

Data Reuters menunjukkan, harga emas global melampaui US$ 5.100 per ounce pada Senin, setelah melonjak 62% sepanjang 2025. Kenaikan tajam ini didorong oleh pembelian besar-besaran bank sentral dunia yang ingin mengurangi ketergantungan pada dolar AS, serta lonjakan permintaan dari investor yang mencari aset lindung nilai di tengah gejolak global pada tahun pertama masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump.

Analis Societe Generale memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 6.000 per ounce hingga akhir tahun. Bahkan, mereka menyebut proyeksi tersebut tergolong konservatif karena harga berpotensi naik lebih tinggi lagi.

Warga Shanghai berusia 68 tahun, Wang Qiuqin, mengaku lonjakan harga yang “gila” justru mendorongnya datang ke toko emas untuk berbelanja.

Baca Juga: Jam Kiamat Semakin Maju: Ini Alasan Dunia Kini Makin Dekat Kiamat

“Kalau tren ini berlanjut, emas kemungkinan besar masih akan naik. Saya masih bisa menerima harga sekarang secara mental, jadi saya memutuskan membeli,” ujarnya.

Di Hong Kong, Simon Littmann, Executive Manager Swiss Investors Corporation Limited, perusahaan perdagangan logam mulia seperti emas dan perak, mengatakan Januari tahun ini menjadi periode tersibuk sepanjang hampir 20 tahun kariernya.

“Tahun lalu mungkin tahun tersibuk kedua kami, dan tahun ini tampaknya akan sangat ramai. Tapi kami menghadapi masalah pasokan,” katanya.

Menurut Littmann, pasokan emas batangan kecil mengalami keterlambatan akibat permintaan yang sangat tinggi, sementara kilang-kilang di seluruh dunia berlomba meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar ritel.

Meski minat investasi tetap kuat, bank sentral China tercatat membeli emas setiap bulan sepanjang tahun lalu, harga tinggi tetap memberi dampak. Permintaan emas grosir di China turun 11% pada 2025, tertekan oleh lonjakan harga dan reformasi yang menaikkan pajak, meskipun minat terhadap emas batangan dan koin untuk investasi justru meningkat.

Baca Juga: Trump: AS Akan Cari Jalan Tengah dengan Korea Selatan Usai Ancaman Tarif 25%

Harga emas yang memecahkan rekor juga mendorong sebagian orang untuk menjual. Puluhan orang mengantre di depan toko emas Chong Kee di kawasan pusat bisnis Hong Kong pada Selasa, menunggu giliran menukar emas dan perak mereka. Sebagian harus menunggu berjam-jam untuk masuk, sambil membawa perhiasan seperti gelang, kalung, patung kecil, hingga emas batangan untuk ditimbang.

“Harganya pasti akan naik lagi. Kondisi masyarakat sekarang kacau dan tidak stabil,” kata Cherry Tam, seorang pensiunan yang menjual beberapa perhiasan emas pemberian saat pernikahannya puluhan tahun lalu. “Ekonomi juga tidak terlalu bagus, jadi saya bisa mendapatkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari.”

Sementara itu, Dick Liu, pengrajin emas berusia 79 tahun yang telah berkecimpung di industri ini selama lebih dari 50 tahun, mengatakan ketidakpastian global akan terus memicu ledakan permintaan emas, fenomena yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Tonton: Prospek Bitcoin vs Emas 2026: Aset Aman Mana?

“Dengan Trump seperti sekarang ini, harga emas akan terus naik. Tidak akan turun. Dia orang gila, bukan?” ujarnya.

Selanjutnya: Wajib Tonton! 9 Drama Kerajaan Korea Penuh Sejarah hingga Romansa

Menarik Dibaca: Wajib Tonton! 9 Drama Kerajaan Korea Penuh Sejarah hingga Romansa




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×