Putin: Barat Ingin Kalahkan Rusia di Medan Perang? Biarkan Mereka Mencoba

Jumat, 08 Juli 2022 | 12:42 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Putin: Barat Ingin Kalahkan Rusia di Medan Perang? Biarkan Mereka Mencoba

ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara penyerahan penghargaan negara kepada penerima penghargaan atas pencapaian luar biasa pada Hari Rusia di Moskow, Rusia, 12 Juni 2022. Sputnik/Evgeny Biyatov/Kremlin via REUTERS.


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Vladimir Putin menantang Barat untuk mencoba dan mengalahkan Rusia di medan perang dan mengatakan, intervensi Moskow di Ukraina menandai pergeseran ke "dunia multi-kutub".

Pemimpin Rusia itu menyatakan pada Kamis (7/7), Rusia baru saja memulai perangnya di Ukraina dan menantang Barat untuk mencoba mengalahkannya dalam peperangan.

Tapi, di juga bersikeras, Rusia masih terbuka untuk gagasan pembicaraan damai.

Dalam pidato hawkish pada Kamis kepada para pemimpin parlemen Rusia lebih dari empat bulan setelah invasi ke Ukraina, Putin menyebutkan, hanya, prospek untuk negosiasi apa pun akan semakin redup dengan semakin lama konflik berlarut-larut.

Baca Juga: Seram, Vladimir Putin Memperingatkan Ukraina Barat Tengah Menuju Tragedi

"Hari ini kami mendengar, mereka (Barat) ingin mengalahkan kami di medan perang. Apa yang bisa Anda katakan? Biarkan mereka mencoba," kata Putin, seperti dikutip Al Jazeera.

"Kami telah mendengar berkali-kali, Barat ingin melawan kami hingga Ukraina terakhir. Ini adalah tragedi bagi rakyat Ukraina, tetapi tampaknya semuanya menuju ke arah ini," ujarnya.

Rusia menuduh Barat mengobarkan perang proksi melawannya dengan memukul ekonomi Rusia dengan sanksi dan meningkatkan pasokan senjata canggih ke Ukraina.

Tetapi, sambil menyatakan Rusia baru saja melangkah maju dalam perang di Ukraina, Putin juga merujuk pada kemungkinan negosiasi.

Baca Juga: Umumkan Kemenangan di Luhansk Ukraina, Ini Perintah Terbaru Putin ke Pasukan Rusia

"Semua orang harus tahu, pada umumnya, kami belum memulai apa pun dengan sungguh-sungguh," ungkapnya.

"Pada saat yang sama, kami tidak menolak pembicaraan damai. Tetapi, mereka yang menolak harus tahu, semakin jauh, semakin sulit bagi mereka untuk bernegosiasi dengan kami," imbuh dia.

Dan, Putin menegaskan, jelas sanksi Barat menciptakan kesulitan. “Tapi, sama sekali tidak seperti yang diharapkan oleh para penggagas blitzkrieg ekonomi terhadap Rusia," tegasnya.

blitzkrieg mengacu ke taktik militer Prusia pada awal abad ke-19, yang mengakui bahwa kemenangan hanya bisa diperoleh melalui tindakan yang kuat dan cepat karena sumber daya ekonomi Prusia yang relatif terbatas.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru