kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Putin Klaim Rusia Menang dalam 'Pertempuran yang Benar' di Ukraina


Kamis, 02 Oktober 2025 / 07:41 WIB
Putin Klaim Rusia Menang dalam 'Pertempuran yang Benar' di Ukraina
ILUSTRASI. Vladimir Putin pada Senin (30/9/2025) mengatakan bahwa pasukan Rusia unggul dalam apa yang ia sebut sebagai "pertempuran yang benar" di Ukraina.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (30/9/2025) mengatakan bahwa pasukan Rusia unggul dalam apa yang ia sebut sebagai "pertempuran yang benar" di Ukraina.

“Para pejuang dan komandan kita terus menyerang, dan seluruh negeri, seluruh Rusia, sedang menjalani pertempuran yang benar ini dan bekerja keras,” kata Putin dalam sebuah video yang dipublikasikan di situs web Kremlin.

“Bersama-sama kita membela cinta kita terhadap Tanah Air dan persatuan takdir sejarah kita, kita berjuang dan kita menang,” tambahnya.

Reuters melaporkan, Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022, dengan menyebutnya sebagai "operasi militer khusus" untuk melakukan demiliterisasi dan denazifikasi terhadap negara tetangganya. Kyiv dan sekutunya menilai invasi itu sebagai upaya imperialis tak beralasan untuk merebut wilayah.

Perang ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, meski Presiden AS Donald Trump berupaya menengahi konflik tersebut, termasuk lewat pertemuan terpisah dengan Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, dan para pemimpin Eropa lainnya.

Baca Juga: Kyiv Digempur Serangan Besar-besaran Drone dan Rudal Rusia

Menurut peta sumber terbuka medan perang, saat ini, Rusia menguasai hampir 114.500 kilometer persegi atau 19% wilayah Ukraina, termasuk Krimea, serta sebagian besar wilayah di timur dan tenggara negara itu.

Trump, yang sebelumnya bersikap berbeda, pekan lalu mengatakan bahwa Ukraina masih memiliki peluang merebut kembali wilayahnya. 

Washington juga menyatakan sedang mempertimbangkan permintaan Kyiv untuk memperoleh rudal jelajah Tomahawk guna menyerang jauh ke wilayah Rusia.

Tonton: AS Desak G7 dan Uni Eropa Kenakan Tarif Bagi China dan India karena Beli Minyak Rusia


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×