kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Putin Persilakan Swedia & Finlandia Gabung NATO, Tapi Tetap Ingatkan Konsekuensinya


Kamis, 30 Juni 2022 / 10:07 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka menyambut masuknya Swedia dan Finlandia ke aliansi NATO. Namun, Putin tetap mengingatkan sejumlah konsekuensi yang akan mereka hadapi jika terlalu aktif secara militer.

Berbicara kepada kanal televisi pemerintah Rusia setelah pembicaraan dengan para pemimpin regional di Turkmenistan hari Rabu (29/6), Putin menegaskan bahwa Rusia tidak memiliki masalah dengan Swedia dan Finlandia. 

Putin pun mempersilakan dua negara tersebut bergabung dengan NATO yang kerap membuat Rusia terganggu.

"Dengan Swedia dan Finlandia, kita tidak memiliki masalah seperti apa yang punya dengan Ukraina. Mereka ingin bergabung dengan NATO, silakan," kata Putin, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Kembali Meminta Bantuan Militer, Zelensky Sebut Rusia Tidak Akan Berhenti di Ukraina

Namun, Putin juga mengingatkan adanya konsekuensi yang harus kedua negara itu hadapi jika nantinya ada infrastruktur militer baru yang terpasang. Terlebih lagi, Rusia berbatasan langsung dengan daratan Finlandia di wilayah utara.

"Tapi, mereka juga harus memahami sekarang, jika kontingen militer dan infrastruktur dikerahkan di sana, kita harus merespons dengan baik dan menciptakan ancaman yang sama untuk wilayah dari mana ancaman terhadap kita diciptakan," lanjut Putin.

Meski mengakui tidak memiliki masalah dengan Swedia dan Finlandia, namun Putin mengatakan bahwa hubungan Rusia dengan dua negara itu bisa memburuk karena keanggotaan NATO mereka.

Baca Juga: PM Selandia Baru: China Kini Lebih Tegas dan Semakin Berani Melanggar Aturan




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×