CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Putin Persilakan Swedia & Finlandia Gabung NATO, Tapi Tetap Ingatkan Konsekuensinya


Kamis, 30 Juni 2022 / 10:07 WIB
Putin Persilakan Swedia & Finlandia Gabung NATO, Tapi Tetap Ingatkan Konsekuensinya
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka menyambut masuknya Swedia dan Finlandia ke aliansi NATO. Namun, Putin tetap mengingatkan sejumlah konsekuensi yang akan mereka hadapi jika terlalu aktif secara militer.

Berbicara kepada kanal televisi pemerintah Rusia setelah pembicaraan dengan para pemimpin regional di Turkmenistan hari Rabu (29/6), Putin menegaskan bahwa Rusia tidak memiliki masalah dengan Swedia dan Finlandia. 

Putin pun mempersilakan dua negara tersebut bergabung dengan NATO yang kerap membuat Rusia terganggu.

"Dengan Swedia dan Finlandia, kita tidak memiliki masalah seperti apa yang punya dengan Ukraina. Mereka ingin bergabung dengan NATO, silakan," kata Putin, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Kembali Meminta Bantuan Militer, Zelensky Sebut Rusia Tidak Akan Berhenti di Ukraina

Namun, Putin juga mengingatkan adanya konsekuensi yang harus kedua negara itu hadapi jika nantinya ada infrastruktur militer baru yang terpasang. Terlebih lagi, Rusia berbatasan langsung dengan daratan Finlandia di wilayah utara.

"Tapi, mereka juga harus memahami sekarang, jika kontingen militer dan infrastruktur dikerahkan di sana, kita harus merespons dengan baik dan menciptakan ancaman yang sama untuk wilayah dari mana ancaman terhadap kita diciptakan," lanjut Putin.

Meski mengakui tidak memiliki masalah dengan Swedia dan Finlandia, namun Putin mengatakan bahwa hubungan Rusia dengan dua negara itu bisa memburuk karena keanggotaan NATO mereka.

Baca Juga: PM Selandia Baru: China Kini Lebih Tegas dan Semakin Berani Melanggar Aturan

Swedia dan Finlandia kini dapat melanjutkan aplikasi mereka untuk bergabung dengan NATO setelah Turki mencabut hak vetonya. Turki yang awalnya menolak, kini bersedia bekerja sama untuk saling melindungi keamanan satu sama lain.

Di luar urusannya dengan dua negara itu, Putin kembali menegaskan bahwa tujuan dari operasi militer khusus Rusia di Ukraina tetap tidak akan berubah, yaitu untuk membebaskan wilayah Donbas dari memastikan keamanan Rusia.

Putin menyebut pasukan Rusia saat ini telah berhasil maju di Ukraina dan intervensi militer berjalan sesuai rencana. Untuk saat ini Putin merasa tidak perlu menetapkan tenggat waktu untuk mengakhiri operasi militernya di Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×