kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Putin Tiba di Uzbekistan, Perjalanan Luar Negeri Ketiga Sejak Terpilih Lagi


Selasa, 28 Mei 2024 / 07:52 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan perjalanan luar negerinya yang ketiga sejak terpilih kembali pada bulan Maret 2024. Sputnik/Sergei Bobylev/Kremlin via REUTERS 


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan perjalanan luar negerinya yang ketiga sejak terpilih kembali pada bulan Maret 2024. 

Mengutip Reuters, Putin tiba di Uzbekistan bekas Uni Soviet pada hari Minggu (27/5/2024) dan bertemu dengan rekannya Shavkat Mirziyoyev sebelum dimulainya pembicaraan formal.

Kantor berita Rusia mengatakan Mirziyoyev bertemu Putin setibanya di Tashkent pada malam hari dan kedua pemimpin melakukan perjalanan bersama dalam satu mobil.

Foto dan rekaman video yang diposting di situs Kremlin dan kantor berita Rusia menunjukkan Putin mengunjungi taman New Uzbekistan di Tashkent dan meletakkan karangan bunga di monumen kemerdekaan Uzbekistan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, yang dikutip oleh kantor berita, mengatakan kepada televisi Rusia bahwa Rusia terbuka untuk kerja sama yang lebih luas mengenai pasokan gas dengan Uzbekistan, dan mengatakan kemungkinan Kerjasama sangat luas dengan negara tersebut.

Baca Juga: Pemimpin Chechnya Bertemu Vladimir Putin, Tawarkan Lebih Banyak Pasukan untuk Ukraina

Sebelumnya, Putin telah mengunjungi China dan Belarusia sejak berhasil terpilih kembali dengan kemenangan mutlak.

Pemimpin Kremlin tersebut jarang bepergian ke luar negeri sejak dimulainya invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022.

Baca Juga: Pentagon: Rusia Meluncurkan Senjata Anti Satelit ke Orbit Rendah Bumi

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapannya pada Maret lalu atas dugaan mendeportasi ratusan anak dari Ukraina secara ilegal. Kremlin membantah tuduhan tersebut.




TERBARU

[X]
×