kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Redam ketegangan dagang, China bebaskan tarif impor kedelai AS sebanyak 10 juta ton


Selasa, 22 Oktober 2019 / 20:38 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan mengambil kacang kualitas jelek dari tumpukan kedelai impor di sebuah supermarket di Wuhan, Provinsi Hubei, 14 April 2014.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"Pembeli China telah membeli banyak kedelai Brasil. Pemerintah mengirim pesan kepada importir untuk memperhatikan gambaran besar," kata sumber lain, merujuk pada keinginan Beijing untuk menunjukkan niat baik dalam pembicaraan dagang dengan AS.

Baca Juga: Wakil Menteri Luar Negeri China: Ada kemajuan dalam perundingan dagang dengan AS

Dalam Forum Xiangshan di Beijing hari ini, Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng menyatakan, China dan AS telah mencapai beberapa kemajuan dalam perundingan dagang. Sebab, tdak ada negara makmur tanpa bekerjasama dengan negara lain.

Menurut Le, dunia ingin China dan AS mengakhiri perang dagang yang sudah berlangsung selama 15 bulan. Itu tentu membutuhkan keterbukaan ketimbang penghilangan negara-negara atau perang dingin yang baru.

"Selama kita saling menghormati dan mencari kerjasama yang setara, tidak ada perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan antara China dan Amerika Serikat," kata Le. "Apa yang China inginkan adalah memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat China. Kami tidak ingin mengambil apapun dari orang lain. Tidak ada yang namanya China menggantikan siapapun atau mengancam siapapun," imbuhnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×