kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.145   -76,06   -1,22%
  • KOMPAS100 814   -10,73   -1,30%
  • LQ45 615   -10,59   -1,69%
  • ISSI 210   -2,34   -1,10%
  • IDX30 348   -7,36   -2,07%
  • IDXHIDIV20 425   -11,41   -2,62%
  • IDX80 92   -1,36   -1,45%
  • IDXV30 114   -1,42   -1,23%
  • IDXQ30 111   -3,32   -2,91%

Reli Empat Hari Kandas! Bursa Australia Terpukul Sinyal Hawkish The Fed


Kamis, 18 Juni 2026 / 14:23 WIB
Reli Empat Hari Kandas! Bursa Australia Terpukul Sinyal Hawkish The Fed
ILUSTRASI. Bursa Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia mengakhiri reli empat hari beruntun pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah sinyal sikap hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Melansir Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 ditutup melemah 0,6% ke level 8.911,10.

Ketidakpastian pasar meningkat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan terbaru.

Baca Juga: Tim Cook Ungkap Alasan Harga iPhone Naik, Ternyata karena AI

Namun, proyeksi terbaru bank sentral AS menunjukkan para pejabat moneter memperkirakan kenaikan biaya pinjaman masih mungkin dilakukan pada tahun ini seiring tingginya tekanan inflasi.

Sikap tersebut sejalan dengan pendekatan hati-hati yang juga ditunjukkan Reserve Bank of Australia (RBA), yang pekan ini mempertahankan suku bunga sambil tetap membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

"Investor merespons negatif keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish. Di Australia, sektor pertambangan dan keuangan menjadi pemberat utama indeks, mencerminkan sikap hati-hati investor dalam jangka pendek," ujar Senior Product and Investment Strategist Global X ETFs, Marc Jocum.

Baca Juga: Jerman Dominasi! Tim Paling Produktif Piala Dunia 2026, Cek Peringkatnya

Menurutnya, The Fed kembali mengingatkan pasar bahwa peluang pemangkasan suku bunga masih jauh dari pasti.

"Pasar sedang menyesuaikan diri dengan kondisi di mana bank sentral masih menahan laju pelonggaran kebijakan moneter dan belum siap menginjak pedal akselerasi," tambahnya.

Sektor pertambangan menjadi salah satu penekan utama indeks setelah turun 1,4%, dipicu pelemahan harga bijih besi di pasar global.

Saham raksasa tambang BHP Group terkoreksi 0,8%, sehari setelah mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu, sektor perbankan melemah 0,5% setelah lembaga riset Morningstar memangkas proyeksi laba bank-bank Australia untuk tahun 2027. Saham National Australia Bank (NAB), bank terbesar di segmen pembiayaan bisnis, turun 0,9%.

Baca Juga: Saham Samsung dan SK Hynix Meroket, Regulator Korsel Minta Investor Berhati-hati

Dari sisi geopolitik, sentimen pasar juga dibayangi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan melanjutkan serangan terhadap Iran apabila negara tersebut dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata sementara yang telah ditandatangani.

Jocum menilai kesepakatan tersebut memang meredakan ketegangan, namun belum sepenuhnya menghilangkan risiko konflik.

"Kesepakatan ini menurunkan suhu ketegangan, tetapi belum menghilangkan risiko. Pasar masih menyadari bahwa proses negosiasi terus berlangsung dan ancaman konflik kembali pecah belum sepenuhnya hilang," ujarnya.

Di sektor lain, saham energi turun 1,2% setelah harga minyak dunia merosot lebih dari US$ 1 per barel. Saham-saham emiten emas melemah 1,8%, sementara sektor teknologi turun 1,4%.

Baca Juga: Stimulus Trade-In China Dongkrak Penjualan 820 Miliar Yuan hingga Mei 2026

Di kawasan Pasifik, indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru ditutup melemah 0,2% ke level 13.363,31. Data resmi menunjukkan ekonomi Selandia Baru mencatat pertumbuhan moderat pada kuartal pertama 2026, menandakan awal pemulihan setelah periode perlambatan yang cukup panjang.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×