kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,15   -4,52   -0.50%
  • EMAS939.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Respons 2 kapal perusak AS di Laut Hitam, kapal fregat Rusia gelar latihan perang


Jumat, 29 Januari 2021 / 23:30 WIB
Respons 2 kapal perusak AS di Laut Hitam, kapal fregat Rusia gelar latihan perang

Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEVASTOPOL. Kapal fregat Admiral Makarov melakukan latihan yang kompleks di Laut Hitam, menyusul dua kapal perusak Amerika Serikat (AS), USS Porter dan USS Donald Cook, memasuki perairan itu. 

"Kapal fregat Admiral Makarov menemukan target udara tiruan dan mengerahkan gangguan aktif dan pasif menggunakan langkah-langkah peperangan elektronik," kata Armada Laut Hitam Rusia dalam pernyataan Jumat (29/1), seperti dikutip TASS.

Awak bagian artileri kapal fregat Admiral Makarov berlatih mempersenjatai senjata dan melakukan latihan tempur laut terhadap target simulasi.

Selain itu, awak kapal fregat Admiral Makarov mempraktikkan pengendalian kerusakan dan tindakan pertahanan. Tahap pelatihan selanjutnya akan melibatkan divisi pertahanan rudal pesisir Bastion.

Baca Juga: Kapal perusak AS di Laut Hitam, Rusia siaga dan latihan tembak rudal penghancur kapal

Pada Kamis (28/1), Armada Laut Hitam Rusia melacak USS Porter, kapal perusak AS, yang memasuki Laut Hitam.

Sebelumnya, pada 23 Januari, Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia melaporkan, Armada Laut Hitam melihat kapal perusak AS, USS Donald Cook, memasuki Laut Hitam. 

Sebelumnya kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke tersebut mengunjungi Laut Hitam pada 23 November tahun lalu. Armada Laut Hitam Rusia juga melacak pergerakannya. 

Latihan sistem rudal pertahanan pesisir

Menyusul keberadaan USS Donald Cook, Armada Laut Hitam Rusia menggelar latihan militer sistem rudal pertahanan pesisir bergerak, Bastion.

Sistem rudal pertahanan pesisir bergerak Bastion

Baca Juga: AS-Rusia sepakat perpanjang perjanjian New START yang batasi jumlah senjata nuklir




TERBARU

[X]
×