Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (6/1/2026), dengan ringgit Malaysia dan baht Thailand menguat tipis terhadap dolar AS di tengah minimnya katalis regional dan kehati-hatian pelaku pasar global.
Melansir Reuters, Ringgit Malaysia tercatat menguat 0,37% ke level 4,055 per dolar AS, sementara baht Thailand naik 0,21% ke 31,215 per dolar AS.
Penguatan keduanya terjadi saat mayoritas mata uang Asia lainnya bergerak datar hingga melemah tipis.
Baca Juga: Peredaran Uang Tunai Jepang Turun Pertama Kali dalam 18 Tahun pada 2025
Di kawasan Asia Timur, yen Jepang melemah tipis 0,05% ke 156,46 per dolar AS, sementara dolar Singapura relatif stabil di kisaran 1,282 per dolar AS.
Dolar Taiwan justru menguat 0,18% ke 31,48, sedangkan won Korea Selatan melemah 0,08% ke 1.446,8 per dolar AS.
Di Asia Tenggara, rupiah Indonesia melemah tipis 0,03% ke 16.740 per dolar AS, peso Filipina relatif stagnan di 59,036, dan rupee India nyaris tidak berubah di 90,278.
Kinerja Sepanjang 2026
Secara kumulatif sejak awal 2026, baht Thailand mencatatkan penguatan terbaik di kawasan dengan kenaikan sekitar 0,75%, diikuti dolar Singapura yang menguat 0,27%. Yen Jepang juga menguat tipis 0,12%.
Baca Juga: Saat Pasar Terancam Runtuh, Robert Kiyosaki Justru Bilang Ini Waktu Terbaik Jadi Kaya
Sebaliknya, won Korea Selatan melemah sekitar 0,50%, rupiah Indonesia turun 0,42%, peso Filipina melemah 0,40%, dan rupee India terkoreksi 0,45%.
Ringgit Malaysia relatif stabil dengan penguatan tipis 0,02%, sementara yuan China menguat 0,04% dibandingkan posisi akhir 2025.
Pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang rilis data ekonomi utama global serta menanti arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, yang membuat pergerakan mata uang Asia cenderung lesu dan bergerak dalam rentang sempit.













