kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Robert Kiyosaki Beberkan 4 Kesalahan Investasi Properti yang Bisa Bikin Miskin


Selasa, 28 Januari 2025 / 05:14 WIB
ILUSTRASI. Robert Kiyosaki adalah pakar keuangan terkenal. Dia merupakan penulis buku best seller Rich Dad Poor Dad.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

3. Mempercayai Orang yang Salah (dan Tidak Memverifikasi)

Meskipun Anda memiliki pengalaman di bidang real estat, Kiyosaki mendorong para pendengarnya untuk berunding dengan para ahli di industri ini. Satu hal yang dia tekankan adalah selektiflah dalam melakukannya.

Meskipun Kiyosaki berpendapat bahwa tidak mungkin investor properti dapat mengetahui semua seluk beluk kemungkinan kesepakatan, dia memperingatkan bahwa Anda hanya bisa berhasil jika Anda mendatangkan orang yang tepat untuk membantu Anda. 
Dalam dunia properti, menurut Kiyosaki, ada banyak orang yang ingin mengambil uang dari transaksi Anda. Sebut saja untuk mendapatkan komisi atau keuntungan lain, atau bahkan mengarahkan Anda ke arah yang salah hanya agar mereka dapat memperoleh uang tambahan. 

Kata Kiyosaki, Tidak apa-apa untuk memercayai seorang profesional real estat. Tapi Anda juga harus memverifikasinya, dengan memeriksa pengetahuan, kredensial, dan niat mereka.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Beberkan Perbedaan Gaya Investasi Orang Kaya dan Orang Miskin

4. Berfokus pada 'Beli Rendah, Jual Tinggi' Daripada Arus Kas

Bagi Kiyosaki, investasi properti adalah permainan jangka panjang yang mengutamakan arus kas, bukan keuntungan langsung. 

Kiyosaki membandingkan metode berpikir mengenai real estat ini dengan mereka yang mencari uang cepat dengan menjual properti atau terus-menerus membeli dan menjual. 

Dia menunjukkan bahwa semua transaksi ini memerlukan modal dan disertai biaya serta potensi pajak, sedangkan mengumpulkan pendapatan pasif dan menggunakannya untuk melunasi properti Anda adalah cara yang lebih mudah, sederhana, dan aman untuk menghasilkan kekayaan dari properti.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×