kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.005,61   -2,80   -0.28%
  • EMAS1.133.000 0,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rusia Bakal Menggunakan Senjata Nuklir Jika Terjadi Hal Ini


Senin, 31 Juli 2023 / 06:37 WIB
Rusia Bakal Menggunakan Senjata Nuklir Jika Terjadi Hal Ini
ILUSTRASI. Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pada hari Minggu (30/7/2023), bahwa Moskow harus menggunakan senjata nuklir jika serangan balasan Kyiv yang sedang berlangsung berhasil. Sputnik/Yekaterina Shtukina/Pool via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONFLIK RUSIA VS UKRAINA - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pada hari Minggu (30/7/2023), bahwa Moskow harus menggunakan senjata nuklir jika serangan balasan Kyiv yang sedang berlangsung berhasil.

Melansir Reuters, Medvedev, yang merupakan wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, sebuah badan yang diketuai oleh Presiden Vladimir Putin, mengatakan dalam sebuah pesan di akun media sosial resminya bahwa Rusia akan dipaksa untuk mundur dari doktrin nuklirnya sendiri dalam skenario seperti itu.

“Bayangkan jika.. ofensif, yang didukung oleh NATO, berhasil dan mereka merobek sebagian tanah kita maka kita akan dipaksa untuk menggunakan senjata nuklir sesuai aturan keputusan dari presiden Rusia," tulisnya.

Dia menambahkan, "Tidak akan ada pilihan lain. Jadi musuh kita harus berdoa untuk (kesuksesan) prajurit kita. Mereka memastikan bahwa api nuklir global tidak tersulut." 

Baca Juga: Putin Terbuka Mengadakan Pembicaraan Dengan Ukraina, Zelenskiy Tegas Menolak

Medvedev tampaknya mengacu pada bagian dari doktrin nuklir Rusia yang menetapkan bahwa senjata nuklir dapat digunakan sebagai tanggapan atas agresi terhadap Rusia yang dilakukan dengan menggunakan senjata konvensional yang mengancam keberadaan Rusia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ukraina mencoba untuk merebut kembali wilayah yang telah dianeksasi secara sepihak oleh Rusia dan dinyatakan sebagai bagian dari wilayahnya sendiri, sebuah langkah yang dikutuk oleh Kyiv dan sebagian besar negara Barat.

Putin mengatakan pada hari Sabtu (29/7/2023) bahwa tidak ada perubahan medan perang yang serius untuk dilaporkan dalam beberapa hari terakhir. Putin juga bilang bahwa Ukraina telah kehilangan banyak peralatan militer sejak 4 Juni 2023, lebih besar dari yang diinginkan.

Baca Juga: China Diduga Memasok Teknologi untuk Membantu Militer Rusia Selama Perang

Kritikus Kremlin di masa lalu menuduh Medvedev membuat pernyataan ekstrem dalam upaya menghalangi negara-negara Barat untuk terus memasok senjata ke Ukraina.




TERBARU
Kontan Academy
Outlook 2024, Meneropong saham unggulan di Tahun Politik The Coughing Dragon | Global Market Series - China

[X]
×