kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Rusia Kini Perang Melawan NATO di Ukraina


Rabu, 11 Januari 2023 / 04:48 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebagai mantan mata-mata Soviet yang mengenal Putin sejak 1970-an, pandangan Patrushev memberikan wawasan tentang pemikiran di tingkat tertinggi Kremlin. Dia menolak peringatan Direktur CIA William Burns pada tahun 2021 terhadap invasi ke Ukraina.

Dalam analisis gaya Soviet terhadap Barat, Patrushev menyebut elit politik Barat korup dan dikendalikan oleh perusahaan transnasional dan klan bisnis yang merencanakan dan melaksanakan "revolusi warna" di seluruh dunia.

"Negara Amerika hanyalah cangkang bagi konglomerat perusahaan besar yang menguasai negara dan mencoba mendominasi dunia," kata Patrushev.

Amerika Serikat, kata Patrushev, telah menyebarkan kekacauan di Afghanistan, Vietnam, dan Timur Tengah, dan telah berusaha selama bertahun-tahun untuk melemahkan budaya dan bahasa "unik" Rusia.

Baca Juga: Ukraina Klaim Temukan Bukti Pelecehan Seksual yang dilakukan Serdadu Rusia

Rusia, katanya, adalah korban rancangan Barat untuk mendorongnya kembali ke perbatasan Muscovy abad ke-15, dan menuduh Barat berdarah Ukraina untuk merusak Rusia.

"Tidak ada tempat bagi negara kita di Barat," katanya.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×