kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Rusia Revisi Doktrin Nuklir, Bagaimana dengan AS?


Selasa, 19 November 2024 / 22:33 WIB
ILUSTRASI. Kapal selam pembawa rudal balistik bertenaga nuklir Project 955A (Borei A) Knyaz Oleg memulai uji coba pelayaran laut pertamanya di Laut Putih, Severodvinsk, Rusia, Minggu (30/5/2021). Oleg Kuleshov/TASS via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat tidak akan menyesuaikan sikap nuklirnya meskipun Rusia mengumumkan perubahan doktrin nuklir, demikian disampaikan juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih pada Selasa.  

"Seperti yang kami katakan awal bulan ini, kami tidak terkejut dengan pengumuman Rusia bahwa mereka akan memperbarui doktrin nuklirnya; Rusia telah mengisyaratkan niatnya untuk memperbarui doktrinnya selama beberapa minggu," kata juru bicara itu dalam pernyataan resmi. 

Ia juga menyoroti "retorika yang tidak bertanggung jawab" yang kembali dilontarkan oleh Rusia.  

Baca Juga: Rusia Geram atas Langkah Rudal AS, Bagaimana Reaksi Vladimir Putin?

Pada hari yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir sebagai tanggapan atas serangan konvensional. 

Moskow juga menuding Ukraina telah melancarkan serangan jauh di dalam wilayah Rusia menggunakan rudal ATACMS buatan Amerika Serikat.  

"Karena tidak melihat adanya perubahan pada sikap nuklir Rusia, kami tidak melihat alasan untuk menyesuaikan sikap atau doktrin nuklir kami sendiri sebagai tanggapan atas pernyataan Rusia hari ini," tambah juru bicara Gedung Putih.  

Baca Juga: Marah, Rusia Sebut Keputusan Rudal Joe Biden Terhadap Ukraina Tindakan Gegabah

Selain itu, Gedung Putih juga mengecam penggunaan pasukan Korea Utara oleh Rusia dalam konflik di Ukraina, menyebutnya sebagai eskalasi signifikan.  




TERBARU

[X]
×