kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Sainsbury's: Perlambatan Penjualan Hantui Supermarket Raksasa Inggris


Selasa, 30 Juni 2026 / 14:57 WIB
Diperbarui Selasa, 30 Juni 2026 / 14:59 WIB
Sainsbury's: Perlambatan Penjualan Hantui Supermarket Raksasa Inggris
ILUSTRASI. Sainsbury's mengumumkan penjualan setara (like-for-like sales) naik 2,1% di periode 16 minggu hingga 20 Juni (REUTERS/Toby Melville)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Sainsbury's, pengelola supermarket terbesar kedua di Inggris, melaporkan perlambatan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama tahun fiskal ini. Kendati begitu, perusahaan ini mempertahankan proyeksi laba setahun penuh.

Reuters melaporkan, Selasa (30/6/2026), Sainsbury's mengumumkan penjualan setara (like-for-like sales) naik 2,1% di periode 16 minggu hingga 20 Juni. Penjualan tersebut tidak memperhitungkan bahan bakar.

Realisasi di periode tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi di kuartal yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 3,1%.

Baca Juga: Bocoran iPhone 18 Pro Muncul di Dark Web

Sainsbury's, yang memiliki pangsa pasar bahan makanan di Inggris sebesar 15,3%, mengatakan penjualan bahan makanan naik 3,6%. Sementara penjualan barang umum dan pakaian turun 3,7% dan penjualan di Argos turun 0,5%.

"Kami telah memulai tahun ini dengan menggembirakan, tetapi dampak konflik di Timur Tengah terhadap pelanggan dan bisnis kami tetap tidak pasti," kata Sainsbury's. CEO Sainsbury's Simon Roberts mencatat, pelanggan mencari nilai sekarang lebih dari sebelumnya.

Konflik Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga energi, membebani kepercayaan dan pengeluaran konsumen, dan menambah tantangan yang dihadapi sektor ritel Inggris dan perekonomian yang lebih luas.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun 1%, Pasar Tunggu Kepastian Dialog AS-Iran

Sainsbury’s mempertahankan perkiraan laba operasi pokok setahun penuh untuk tahun fiskal 2026/2027 sebesar antara £ 975 juta hingga £ 1,075 miliar, atau sekitar Rp 23,10 triliun hingga Rp 25,47 triliun. Laba yang diperoleh pada tahun fiskal 2025/2026 adalah £ 1,025 miliar, sekitar Rp 24,28 triliun.

Perusahaan ini menghadapi kinerja komparatif yang kuat pada kuartal pertama tahun lalu ketika penjualan setara naik 4,7%. Kenaikan tersebut didorong cuaca yang menguntungkan dan gangguan terkait serangan siber di pesaingnya, Marks & Spencer.

Analis Bernstein mengatakan, Sainsbury's melaporkan serangkaian hasil yang secara keseluruhan menggembirakan dengan kekuatan berkelanjutan di sektor bahan makanan dan kinerja Argos yang lebih baik dari yang dikhawatirkan.

Baca Juga: Cadangan Minyak Strategis AS Turun 5,5 Juta Barel, Terendah Sejak 1983

Kinerja Sainsbury's serupa dengan Tesco, supermarket yang jadi pemimpin pasar di Inggris. Awal bulan ini, Tesco melaporkan pertumbuhan penjualan setara kuartal pertama melambat menjadi 1,8%.

Tapi, sekitar seperempat penjualan Sainsbury's berasal dari segmen non-makanan. Ini membuat perusahaan ini lebih rentan dibandingkan Tesco terhadap perlambatan pengeluaran diskresioner.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×