Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengatakan bahwa salah satu dari 17 warga Amerika yang dipulangkan dari kapal pesiar mewah yang terjangkit hantavirus telah dinyatakan positif ringan terkena strain Andes dari virus tersebut, sementara yang kedua memiliki gejala ringan.
Mengutip Reuters, Senin (1152026), Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menambahkan, warga negara AS tersebut sedang diterbangkan ke Amerika Serikat, dan dua penumpang dengan gejala tersebut berada di unit biokontainment pesawat.
Penumpang kedua yang menunjukkan gejala belum dikonfirmasi terinfeksi virus tersebut.
Hantavirus adalah sekelompok virus yang biasanya disebarkan oleh hewan pengerat, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi dapat ditularkan antar manusia.
Baca Juga: Wabah Hantavirus: Kapal Pesiar MV Hondius Tiba di Tenerife, Spanyol
Otoritas kesehatan mengatakan risiko penyebaran virus ini rendah.
WHO mengungkapkan, delapan orang yang tidak lagi berada di MV Hondius jatuh sakit, dengan enam di antaranya dipastikan terinfeksi virus tersebut.
Sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman telah meninggal.
Strain hantavirus Andes, yang diidentifikasi dalam wabah di kapal tersebut, dapat menyebabkan penyakit paru-paru parah yang dapat berakibat fatal hingga 50% kasus, menurut WHO.
Evakuasi udara Departemen Luar Negeri AS akan mengangkut penumpang ke Pusat Perawatan Patogen Khusus Regional ASPR (RESPTC) di Pusat Medis Universitas Nebraska di Omaha, Nebraska, dan penumpang dengan gejala ringan akan dibawa ke RESPTC kedua, kata HHS.
Setibanya di fasilitas tersebut, setiap individu akan menjalani penilaian klinis dan menerima perawatan berdasarkan kondisi mereka, tambah HHS.
Baca Juga: Nasib Penumpang Hondius: 42 Hari Karantina Menanti Setelah Evakuasi Ketat
Spanyol dan Prancis telah mengevakuasi warga negara mereka dari MV Hondius, yang berlabuh di dekat Tenerife, pulau terbesar di Kepulauan Canary, kata para pejabat. Australia, Kanada, Belanda, Turki, Inggris, dan Irlandia juga menerbangkan warga negara mereka yang berada di kapal tersebut.













