kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Sekarang perempuan dewasa di Arab Saudi bisa bepergian sendiri ke luar negeri


Minggu, 04 Agustus 2019 / 20:53 WIB
Sekarang perempuan dewasa di Arab Saudi bisa bepergian sendiri ke luar negeri


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perempuan di Arab Saudi sudah dapat bepergian ke luar negeri tanpa izin dari wali pria. Pemerintah Saudi baru saja mengeluarkan beleid anyar yang mengatur tentang itu.

Dalam aturan baru yang diumumkan pada Jumat (2/8), perempuan yang berusia di atas 21 tahun dapat mengajukan paspor tanpa izin dari wali pria.

Baca Juga: Wiranto sebut Rizieq Shihab tak bisa pulang karena punya masalah pribadi

Dengan begitu, semua orang dewasa di Saudi saat ini dapat mengajukan paspor dan bepergian sehingga posisi perempuan akan setara dengan pria.

Mengutip CNN, Minggu (4/8), keputusan kerajaan memberikan hak kepada perempuan untuk mendaftarkan kelahiran anak, perkawinan atau perceraian.

Selain hak bepergian secara independen, aturan anyar itu juga memperluas kesempatan kerja bagi perempuan. Di bawah peraturan ini, semua warga negara memiliki hak untuk bekerja tanpa menghadapi diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, disabilitas atau usia.

Arab Saudi memang semakin mendapat sorotan atas perlakuannya terhadap perempuan setelah banyak wanita dari Saudi mencari suaka ke luar negeri. Perempuan di negara ini masih harus meminta izin dari wali laki-laki - suami, ayah atau saudara laki-laki lainnya untuk mendapatkan paspor atau bepergian ke luar negeri.

Baca Juga: Arab Saudi bantah meminta gadis pencari suaka di Thailand untuk diekstradisi

Ada sejumlah kasus kaum perempuan Saudi yang mencari suaka ke beberapa negara seperti Kanada, karena mereka mengklaim mengalami penindasan gender.

Putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman memang telah melonggarkan pembatasan di negara itu, seperti larangan mengemudi bagi perempuan, sebagai bagian dari dorongan besar negara itu untuk lebih terbuka.

Namun, kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengecam tindakan kerasnya selama setahun terakhir pada beberapa aktivis hak-hak perempuan terkemuka di negara itu yang telah berkampanye untuk hak mengemudi atau memenangkan hak yang sama bagi laki-laki.

Baca Juga: Perempuan Saudi akan diberitahu tentang perceraiannya melalui SMS

Wanita-wanita ini, termasuk pegiat terkemuka Loujain al-Hathloul, saat ini menghadapi persidangan dan beberapa dari mereka mengatakan mereka telah disiksa saat ditahan.

Keputusan kerajaan Saudi tersebut disambut gembira oleh wanita negara itu. Influencer terkemuka dan pembawa acara talk show Muna AbuSulayman dalam cuitan di twitter mengatakan, generasi ke depan akan tumbuh bebas dan setara dengan saudara-saudaranya laki-laki.

Meskipun ada reformasi terbaru, bagian lain dari sistem perwalian tetap ada. Ini termasuk perempuan yang membutuhkan izin dari kerabat laki-laki untuk menikah atau hidup sendiri, serta meninggalkan penjara jika mereka telah ditahan.

Mereka masih tidak bisa memberikan kewarganegaraan kepada anak-anak mereka, dan mereka juga tidak dapat memberikan persetujuan bagi anak-anak mereka untuk menikah.

Baca Juga: Kini perempuan Arab Saudi akan dapat konfirmasi perceraian lewat pesan teks

Dalam upaya untuk membuka negara, Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman meluncurkan sebuah rencana pada tahun 2016 untuk mengubah perekonomian pada tahun 2030, dengan tujuan meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja menjadi 30% dari 22%.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×