kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.085   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.062   19,89   0,33%
  • KOMPAS100 796   5,37   0,68%
  • LQ45 604   4,45   0,74%
  • ISSI 210   -0,23   -0,11%
  • IDX30 341   2,05   0,60%
  • IDXHIDIV20 424   1,98   0,47%
  • IDX80 91   0,70   0,78%
  • IDXV30 116   0,47   0,41%
  • IDXQ30 110   0,62   0,57%

Sekjen NATO Stoltenberg Menyebut Ancaman Nuklir Putin Sebagai Eskalasi Berbahaya


Kamis, 22 September 2022 / 09:15 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato saat menerima surat kepercayaan dari duta besar asing yang baru diangkat di Kremlin di Moskow, Rusia, 20 September 2022.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

"Pidato Presiden Putin menunjukkan bahwa perang tidak berjalan sesuai dengan rencana Presiden Putin," kata Stoltenberg.

"Dia membuat kesalahan besar, kesalahan strategis," kata Stoltenberg tentang Putin, sambil membuat prediksi suram.

"Lebih banyak pasukan akan meningkatkan konflik. Itu berarti lebih banyak penderitaan, lebih banyak korban jiwa - nyawa Ukraina, tetapi juga nyawa Rusia," kata Stoltenberg.

Baca Juga: Cerita Erdogan: Situasi Rusia pada Perang Ukraina Cukup Bermasalah

Putin mengatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa para pejabat di negara-negara anggota NATO telah mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk melawan Rusia, dan bahwa Rusia "juga memiliki berbagai alat pemusnah."

NATO belum melihat adanya perubahan dalam postur dan kesiapan nuklir Rusia, kata Stoltenberg, tetapi menambahkan bahwa kuncinya adalah untuk mencegah eskalasi semacam itu.

“Kami akan memastikan bahwa tidak ada kesalahpahaman di Moskow tentang keseriusan penggunaan senjata nuklir. … Dan itulah alasan mengapa kami sangat jelas dalam komunikasi kami dengan Rusia tentang konsekuensi yang belum pernah terjadi sebelumnya, tentang fakta bahwa perang nuklir tidak bisa dimenangkan oleh Rusia."




TERBARU

[X]
×