Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Tri Adi
Fujian Dali Foods Group merupakan perusahaan keluarga terbesar di China. Pasalnya, sang pendiri yakni Xu Shihui lebih suka untuk mengelola perusahaan tanpa campur tangan orang lain di luar klan keluarganya. Contoh, setelah sempat merger dengan Ka Kat, Shihui kemudian membeli saham milik Ka Kat. Insting bisnis Shihui tak meleset. Di tangannya, miliarder ini berhasil membesarkan Dali Foods sendirian. Setelah IPO pada 2015, Shihui mulai membuka diri terhadap investor luar.
Sebelum menggelar penawaran umum perdana (IPO) pada November 2016, Fujian Dali Foods Group Company Ltd tercatat mengandalkan pertumbuhan organik untuk melakukan ekspansi bisnis. Sang pendiri Dali Foods, Xu Shihui lebih suka mengelola sendiri perusahaan ketimbang mengajak investor baru untuk membesarkan bisnis.
Alasannya, menjaga perusahaan tetap berstatus perusahaan keluarga. Shihui pun selektif menggandeng investor. Buktinya, setelah IPO hanya satu investor baru yang masuk sebagai pemegang saham di luar saham publik.
Sejak berdiri pada 1989 silam, Shihui mengandalkan kocek sendiri untuk menambah modal. Hal ini dilakukan Shihui melalui perusahaan Meili Foods. Tercatat pada 2000, Meili Foods sepenuhnya dimiliki oleh Shihui dan keluarganya.
Berdasarkan data resmi perusahaan, penambahan modal ini merupakan strategi Shihui untuk mengembangkan bisnis snack yang menjadi andalan Dali Foods mencetak laba. Setelah tahun 2005, ketika Shihui mendirikan Fujian Dali Foods sebagai induk usaha, Shihui masih tetap anti terhadap investor luar. Meskipun tahun itu Dali Foods gencar ekspansi lewat diversifikasi bisnis.
Kala itu, Dali Foods masuk bisnis minuman berenergi. Di tahun 1992, Shihui malah membeli kepemilikan saham yang dipegang investor lain. Saat itu, Dali Foods masih merupakan perusahaan patungan antara Meili Foods dan Ka Kat.
Bisnis Meili Foods dilebur ke Dali Foods kemudian berganti nama menjadi Fujian Dali Foods Group Limited pada 2005. Seiring konsolidasi ini, Shihui menyuntikkan dana ke perusahaan sehingga menjadi pemilik mayoritas di Fujian Dali sebesar 67,4% saham.
Pesatnya bisnis menjadi alasan Shihui berani membeli seluruh saham mayoritas. Tercatat modal awal Dali Foods di perusahaan patungan tersebut sebesar RMB 1,5 juta atau US$ 215.668.
Meili Foods memiliki 60% saham dan Ka Tat memegang 40% saham Dali Foods. Untuk menguasai Dali Foods, Shihui berani merogoh kocek sebesar RMB 8,4 juta atau sebesar US$ 1,2 juta untuk membeli saham Ka Tat.
Sampai tahun 1998 atau enam tahun setelah berdiri, Dali Foods tercatat berkembang cukup pesat. Hal ini bisa dilihat dari permodalan perusahaan yang tumbuh tinggi menjadi RMB 20 juta atau sebesar US$ 2,8 juta.
Permodalan perusahaan ini tumbuh hampir 13 kali lipat selama enam tahun berkat penjualan produk kue Dali yang fenomenal. Setelah mendirikan holding, Shihui langsung membuka enam anak usaha di beberapa kota besar di China.
Anak usaha ini berfungsi sebagai pabrik yang siap menjangkau beberapa kota sekitar. Setelah IPO, perusahaan keluarga terbesar di China ini akhirnya membuka diri terhadap investor luar.
Pada 2015, Shihui menggandeng perusahaan investasi asal China yaitu CDH Investments sebagai partner strategis untuk mengembangkan perusahaan. Saat ini tercatat CDH memegang 3% saham Dali Foods.
Masuknya perusahaan investasi CDH Investment ini merupakan strategi Shihui untuk menambah amunisi permodalan untuk ekspansi. Maklum, setelah IPO, Shihui sedang berjuang untuk mengembangkan anak usaha khususnya di bidang minuman berenergi.
Dalam prospektus disebutkan, pasca IPO kepemilikan saham berubah. Shihui menggengam sebesar 43% saham, putrinya Xu Yangyang sebesar 34%. Ada pula sang istri, Chen Liling memiliki 8,5% saham Dali Foods.
Sejak IPO, Shihui kian agresif. Saat ini, Dali Foods telah menggelar aksi akuisisi terhadap sebanyak 120 merek.
(Bersambung)













