kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Senat AS tolak saksi baru, Trump hampir pasti lolos dari pemakzulan


Sabtu, 01 Februari 2020 / 14:10 WIB
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. REUTERS/Leah Millis TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump hampir pasti lolos dari pemakzulan setelah Senat AS memutuskan untuk menolak adanya upaya pemanggilan saksi baru.  Dengan perbandingan 51-49, Senat menggugurkan usulan Demokrat untuk mendatangkan sejumlah saksi. Termasuk mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton. 

Setelah ini, sidang pemakzulan Trump di level Senat AS bakal berlanjut dengan mendengarkan argumentasi akhir dari DPR AS maupun kuasa hukum sang presiden Senin (3/2). 

Baca Juga: Kandidat capres tajir rogoh ratusan juta dolar untuk kampanye pilpres Amerika

Kemudian 100 senator, 53 di antaranya berasal dari Republik yang notabene partai sang presiden, bakal menggelar voting untuk membebaskannya Rabu (5/2). Pemungutan suara itu bakal terjadi sebelum presiden 73 tahun itu dijadwalkan memberi Pidato Kenegaraan di DPR AS pada Selasa (4/2). 

Mengingat dibutuhkan dua per tiga suara, yang artinya 67 senator, Trump hampir pasti lolos dari pemakzulan karena sebagian besar politisi Republik berpihak padanya. 

Adalah Senator Lamar Alexander asal Tennessee yang memutuskan untuk tidak mendukung upaya Demokrat mendatangkan saksi baru. 

Dilansir Sky News Jumat (31/1), senator berusia 79 tahun itu mengumumkan bahwa dia tidak perlu melihat atau mendengarkan bukti baru lagi.  Dia berkilah, Trump memang terbukti telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan upaya menghalangi penyelidikan yang dilakukan Kongres. 

Baca Juga: Korban virus corona bertambah, AS mulai batasi orang asing masuk wilayahnya

Namun dalam pernyataan resminya, politisi yang bakal pensiun dari Senat di tahun ini tersebut menegaskan, masa depan Gedung Putih bukan di tangan mereka, melainkan publik AS. 

"Saya percaya Konstitusi menyediakan publik untuk memutuskan siapa yang akan mereka dukung dalam pilpres Iowa Senin nanti," terangnya dikutip CNN.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×