kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Serangan Houthi Tewaskan Tiga Orang di Bandara Riyadh, Perang Yaman Memanas


Sabtu, 10 Oktober 2026 / 13:18 WIB
Serangan Houthi Tewaskan Tiga Orang di Bandara Riyadh, Perang Yaman Memanas
Asap dan kobaran api membubung dari Bandara King Khalid di Riyadh, setelah kelompok Houthi Yaman yan (REUTERS/Social Media via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Meluasnya konflik di Yaman meningkatkan risiko terhadap penerbangan sipil dan jalur perdagangan energi internasional. Houthi telah mengancam penerbangan yang melintasi wilayah udara Arab Saudi serta mengisyaratkan serangan terhadap fasilitas minyak.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa memperluas wilayah yang masuk dalam rekomendasi larangan terbang bagi maskapai, dengan mempertimbangkan serangan terbaru terhadap Bandara Riyadh dan meningkatnya risiko bagi penerbangan sipil.

Kelompok pemantau risiko penerbangan OPSGROUP juga menyarankan maskapai untuk menghindari wilayah udara Arab Saudi.

Baca Juga: Rusia Gencarkan Serangan ke Pelabuhan Laut Hitam Ukraina, Tiga Orang Tewas

Kedutaan Besar AS di Uni Emirat Arab turut mengimbau warga Amerika meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan eskalasi serangan Houthi terhadap sasaran sipil di Arab Saudi.

Konflik ini menjadi perhatian pasar energi global karena Houthi menyerang jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur penting perdagangan internasional.

Risiko tersebut bertambah ketika pasokan minyak dari kawasan Teluk juga menghadapi tekanan akibat pembatasan di Selat Hormuz dalam konflik yang melibatkan Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah WPC Energy Congress mulai Minggu (11/10/2026).

Baca Juga: Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh Arab Saudi dengan Rudal Balistik

Pertemuan tersebut akan dihadiri menteri energi, pejabat pemerintah, serta eksekutif perusahaan minyak dan gas.

Namun, Menteri Energi Italia Gilberto Pichetto Fratin menyatakan akan mengikuti acara itu melalui konferensi video, bukan hadir secara langsung, tanpa menjelaskan alasannya.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×