Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Meluasnya konflik di Yaman meningkatkan risiko terhadap penerbangan sipil dan jalur perdagangan energi internasional. Houthi telah mengancam penerbangan yang melintasi wilayah udara Arab Saudi serta mengisyaratkan serangan terhadap fasilitas minyak.
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa memperluas wilayah yang masuk dalam rekomendasi larangan terbang bagi maskapai, dengan mempertimbangkan serangan terbaru terhadap Bandara Riyadh dan meningkatnya risiko bagi penerbangan sipil.
Kelompok pemantau risiko penerbangan OPSGROUP juga menyarankan maskapai untuk menghindari wilayah udara Arab Saudi.
Baca Juga: Rusia Gencarkan Serangan ke Pelabuhan Laut Hitam Ukraina, Tiga Orang Tewas
Kedutaan Besar AS di Uni Emirat Arab turut mengimbau warga Amerika meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan eskalasi serangan Houthi terhadap sasaran sipil di Arab Saudi.
Konflik ini menjadi perhatian pasar energi global karena Houthi menyerang jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur penting perdagangan internasional.
Risiko tersebut bertambah ketika pasokan minyak dari kawasan Teluk juga menghadapi tekanan akibat pembatasan di Selat Hormuz dalam konflik yang melibatkan Iran.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah WPC Energy Congress mulai Minggu (11/10/2026).
Baca Juga: Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh Arab Saudi dengan Rudal Balistik
Pertemuan tersebut akan dihadiri menteri energi, pejabat pemerintah, serta eksekutif perusahaan minyak dan gas.
Namun, Menteri Energi Italia Gilberto Pichetto Fratin menyatakan akan mengikuti acara itu melalui konferensi video, bukan hadir secara langsung, tanpa menjelaskan alasannya.













