kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Serangan Houthi Tewaskan Tiga Orang di Bandara Riyadh, Perang Yaman Memanas


Sabtu, 10 Oktober 2026 / 13:18 WIB
Serangan Houthi Tewaskan Tiga Orang di Bandara Riyadh, Perang Yaman Memanas
Asap dan kobaran api membubung dari Bandara King Khalid di Riyadh, setelah kelompok Houthi Yaman yan (REUTERS/Social Media via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - RIYADH/DUBAI. Konflik di Yaman semakin meluas setelah kelompok Houthi melancarkan serangan rudal ke Arab Saudi di tengah perang regional yang dipicu konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Serangan ke Bandara Riyadh pada Kamis (8/10/2026) menewaskan tiga orang, melukai sejumlah lainnya, serta merusak pesawat milik Saudia Airlines.

Otoritas Arab Saudi menyatakan tiga orang tewas dalam serangan tersebut. Salah satu korban merupakan karyawan Saudia Airlines. Serangan itu juga memicu kepulan asap di area bandara dan mengganggu penerbangan ke ibu kota Arab Saudi tersebut.

Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Riyadh menjelang penyelenggaraan pertemuan besar industri energi dunia. Meski demikian, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan lalu lintas udara di bandara telah kembali normal.

Baca Juga: Serangan Houthi Guncang Bandara Riyadh, Tiga Orang Tewas dan Penerbangan Terganggu

Data pelacakan penerbangan Flightradar24 juga menunjukkan penerbangan mulai beroperasi kembali secara bertahap.

Sebagai balasan, Arab Saudi melancarkan serangan udara ke sejumlah sasaran Houthi di Sanaa, ibu kota Yaman.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pasukan pemerintah Yaman juga menyatakan telah menghancurkan tiga landasan peluncuran rudal milik Houthi dan memperingatkan akan merespons tegas serangan terhadap warga sipil.

Eskalasi ini terjadi setelah Houthi melancarkan serangan terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi pada awal pekan yang sama.

Kelompok tersebut juga mengancam akan menutup wilayah udara Arab Saudi bagi penerbangan, kecuali di atas kota suci Mekkah dan Madinah, serta memperingatkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas minyak.

Baca Juga: Houthi Serang Bandara Aden, Konflik Yaman Kembali Memanas

“Wilayah udara Arab Saudi menjadi medan operasi pasukan rudal kami,” demikian pernyataan Houthi yang kembali menegaskan ancamannya pada Jumat (9/10/2026).

Pertempuran Makin Intensif

Di dalam Yaman, pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi juga semakin sengit.

Konflik tersebut menjadi salah satu front utama dalam perang regional yang meluas setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Bulan lalu, Houthi bergerak cepat untuk menguasai wilayah pesisir Laut Merah, termasuk kawasan strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Perkembangan tersebut mendorong Arab Saudi kembali terlibat aktif dalam konflik Yaman dengan mendukung serangan balasan pasukan pemerintah.

Baca Juga: Houthi Klaim Serang Ibu Kota Arab Saudi, Asap Terlihat di Dekat Bandara Riyadh

Pada Senin (5/10/2026), pasukan pemerintah Yaman merebut kembali sejumlah wilayah di pesisir Bab el-Mandeb setelah serangan udara intensif Arab Saudi. Duta Besar Arab Saudi untuk Yaman pada Jumat menyatakan kawasan tersebut telah dibersihkan dari Houthi.

Namun, Reuters belum dapat memverifikasi klaim tersebut. Pasukan Houthi dilaporkan masih berada di Mocha, sebuah kota pesisir di sebelah utara kawasan itu, sementara pasukan pemerintah berfokus pada pertempuran di perbukitan sekitarnya.

Houthi juga berhasil memutus jalur darat penting yang menghubungkan Kota Taiz dengan wilayah lainnya. Kota berpenduduk lebih dari 500.000 jiwa itu menjadi basis ribuan pejuang pendukung pemerintah Yaman.

Arab Saudi kini berupaya memperkuat pertahanannya dari serangan Houthi dengan meminta bantuan Pakistan dan Turki, mitra dalam pakta pertahanan bersama. Riyadh juga mendorong negara-negara sekutunya membantu membalikkan kemajuan militer Houthi di Yaman.

Ancaman Pasokan Energi

Meluasnya konflik di Yaman meningkatkan risiko terhadap penerbangan sipil dan jalur perdagangan energi internasional. Houthi telah mengancam penerbangan yang melintasi wilayah udara Arab Saudi serta mengisyaratkan serangan terhadap fasilitas minyak.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa memperluas wilayah yang masuk dalam rekomendasi larangan terbang bagi maskapai, dengan mempertimbangkan serangan terbaru terhadap Bandara Riyadh dan meningkatnya risiko bagi penerbangan sipil.

Kelompok pemantau risiko penerbangan OPSGROUP juga menyarankan maskapai untuk menghindari wilayah udara Arab Saudi.

Baca Juga: Rusia Gencarkan Serangan ke Pelabuhan Laut Hitam Ukraina, Tiga Orang Tewas

Kedutaan Besar AS di Uni Emirat Arab turut mengimbau warga Amerika meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan eskalasi serangan Houthi terhadap sasaran sipil di Arab Saudi.

Konflik ini menjadi perhatian pasar energi global karena Houthi menyerang jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur penting perdagangan internasional.

Risiko tersebut bertambah ketika pasokan minyak dari kawasan Teluk juga menghadapi tekanan akibat pembatasan di Selat Hormuz dalam konflik yang melibatkan Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah WPC Energy Congress mulai Minggu (11/10/2026).

Baca Juga: Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh Arab Saudi dengan Rudal Balistik

Pertemuan tersebut akan dihadiri menteri energi, pejabat pemerintah, serta eksekutif perusahaan minyak dan gas.

Namun, Menteri Energi Italia Gilberto Pichetto Fratin menyatakan akan mengikuti acara itu melalui konferensi video, bukan hadir secara langsung, tanpa menjelaskan alasannya.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×