kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.868   22,00   0,13%
  • IDX 8.966   29,73   0,33%
  • KOMPAS100 1.238   8,41   0,68%
  • LQ45 873   4,96   0,57%
  • ISSI 326   2,29   0,71%
  • IDX30 443   3,28   0,75%
  • IDXHIDIV20 523   5,75   1,11%
  • IDX80 138   0,99   0,72%
  • IDXV30 145   1,38   0,96%
  • IDXQ30 142   1,46   1,04%

Serangan udara AS membunuh lima pejuang Taliban


Senin, 26 Oktober 2020 / 21:14 WIB
Serangan udara AS membunuh lima pejuang Taliban
ILUSTRASI. Serangan udara AS membunuh lima pejuang Taliban saat membela pasukan pemerintah Afganistan.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  KABUL. Serangan udara pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang diluncurkan untuk mendukung pasukan keamanan Afganistan menewaskan lima pejuang Taliban di Afganistan Tengah pada Minggu malam, kata juru bicara pasukan AS di Afganistan.

Kekerasan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir dengan bentrokan terjadi antara pemberontak dan pasukan pemerintah di seluruh negeri.

Mengutip Reuters, Senin (26/10), negosiator dari kedua belah pihak telah mengadakan pembicaraan di Qatar untuk kesepakatan damai yang memungkinkan Washington untuk menarik pasukannya yang tersisa dan mengakhiri perang AS yang paling lama.

Kolonel Sonny Leggett, juru bicara militer AS di Kabul, mengatakan, serangan udara di provinsi Wardak dilakukan untuk mempertahankan pasukan pemerintah Afghanistan dan menargetkan pejuang Taliban, menewaskan lima orang.

Baca Juga: Wakil Presiden Afghanistan lolos dari serangan bom, tapi 10 orang tewas

Dia mengatakan tindakan itu sesuai dengan ketentuan perjanjian penarikan Amerika Serikat yang disepakati dengan Taliban pada Februari.

"Kami menolak tuduhan melanggar perjanjian dan membunuh warga Afghanistan yang tidak bersalah," kata Leggett, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Ketika dimintai komentar, seorang juru bicara Taliban mengatakan bahwa tidak ada pertempuran saat pemogokan itu terjadi, dan itu melanggar ketentuan kesepakatan.

"Serangan ini melanggar perjanjian dan kami mengutuknya," kata juru bicara Zabihullah Mujahid.

Baca Juga: Roket menghantam Istana Presiden Afganistan, kepala polisi Kabul dipecat




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×