kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Setelah Boeing 737 NG, giliran Airbus SE A220 yang bermasalah


Rabu, 16 Oktober 2019 / 16:54 WIB
Setelah Boeing 737 NG, giliran Airbus SE A220 yang bermasalah
ILUSTRASI. Logo Airbus di badan pesawat setelah presentasi acara penerbangan di Colomiers dekat Toulouse, Prancis, 6 November 2018.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Dan, mereka mengatakan, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (AS) akan menyelidiki kasus ini. Sebab, mesin Airbus SE A220 merupakan buatan Pratt & Whitney.

Pasca kegagalan mesin di salah satu armada Airbus SE A220 mereka, Deutsche Lufthansa langsung meng-grounded seluruh pesawat pabrikan Airbus Canada Limited Partnership itu, berjumlah 29 unit.

Baca Juga: Pesawat Boeing Garuda dan Sriwijaya alami retak, Kemhub larang terbang

Alhasil, Deutsche Lufthansa membatalkan sekitar 100 penerbangan untuk melakukan inspeksi mesin Pratt & Whitney. Tapi, beberapa Airbus SE A220 telah kembali ke udara setelah pemeriksaan yang sukses.

Deutsche Lufthansa menyebutkan, operasi penuh atas Airbus SE A220 kemungkinan baru pada Kamis (17/10) besok. Hari ini (16/10), mereka terpaksa membatalkan 19 penerbangan.   

Selain Deutsche Lufthansa dan Korean Air, maskapai yang mengoperasikan Airbus SE A220 adalah Delta, Airbaltic, GLTK, Egyptair, dan Air Tanzania.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×