kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Singapura Berpotensi Kena Tarif Baru AS 15%, Pemerintah Minta Dunia Usaha Bersiap


Senin, 23 Februari 2026 / 08:48 WIB
Diperbarui Senin, 23 Februari 2026 / 08:50 WIB
Singapura Berpotensi Kena Tarif Baru AS 15%, Pemerintah Minta Dunia Usaha Bersiap
ILUSTRASI. Ekonomi Singapura (REUTERS/Edgar Su)


Sumber: Channel News Asia | Editor: Yudho Winarto

Dampak dan Strategi ke Depan

Gan mengatakan dampak tarif akan bergantung pada detail implementasi dan respons global. Jika tarif diterapkan secara menyeluruh, maka daya saing relatif antarnegara tidak banyak berubah dan peluang bisnis dengan AS masih terbuka.

Namun, ia mengingatkan bahwa tarif berarti biaya global lebih tinggi, yang dapat memperlambat investasi dan perdagangan.

Ketidakpastian menjadi faktor paling krusial, terutama dengan batas waktu 150 hari dalam Section 122 yang memungkinkan perubahan kebijakan sewaktu-waktu.

Gan juga menekankan bahwa Singapura tidak seharusnya berasumsi akan terbebas dari struktur tarif tersebut. “Lebih baik kita menerima kenyataan bahwa kita harus hidup dengan dunia yang tidak pasti ini,” ujarnya.

Jika tarif 15% diterapkan, ruang negosiasi untuk pengecualian akan sangat terbatas, terutama bila kebijakan berlaku global.

Baca Juga: Investor Ed Garden Bangun Kepemilikan di Fortune Brands dan Dorong Pergantian CEO

Karena itu, Singapura perlu mencari alternatif seperti memperluas pasar baru, meningkatkan produk bernilai tambah tinggi, dan fokus pada sektor yang berpotensi mendapat pengecualian dari AS.

MTI menyatakan pemerintah akan bekerja sama dengan mitra tripartit dan industri melalui Singapore Economic Resilience Taskforce untuk memberikan informasi terkini serta mengumpulkan masukan dari pelaku usaha dan pekerja.

Sejumlah langkah dukungan dalam Anggaran 2026 juga disiapkan, termasuk rabat pajak penghasilan badan dan dukungan ekspansi luar negeri bagi perusahaan.

Pemerintah menyebut langkah tersebut cukup untuk meredam dampak jangka pendek, meski tetap diperlukan kewaspadaan terhadap volatilitas global.

Terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi, Gan menyatakan pemerintah akan meninjau ulang dan merevisi bila diperlukan.

Saat ini, ekonomi Singapura diperkirakan tumbuh 2%–4% tahun ini, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 1%–3%.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×