kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.816   -89,00   -0,53%
  • IDX 8.377   105,56   1,28%
  • KOMPAS100 1.180   16,12   1,38%
  • LQ45 845   9,92   1,19%
  • ISSI 299   4,11   1,39%
  • IDX30 442   5,72   1,31%
  • IDXHIDIV20 526   4,38   0,84%
  • IDX80 131   1,49   1,15%
  • IDXV30 144   0,68   0,47%
  • IDXQ30 142   1,61   1,15%

Singapura Berpotensi Kena Tarif Baru AS 15%, Pemerintah Minta Dunia Usaha Bersiap


Senin, 23 Februari 2026 / 08:48 WIB
Diperbarui Senin, 23 Februari 2026 / 08:50 WIB
Singapura Berpotensi Kena Tarif Baru AS 15%, Pemerintah Minta Dunia Usaha Bersiap
ILUSTRASI. Ekonomi Singapura (REUTERS/Edgar Su)


Sumber: Channel News Asia | Editor: Yudho Winarto

Dampak dan Strategi ke Depan

Gan mengatakan dampak tarif akan bergantung pada detail implementasi dan respons global. Jika tarif diterapkan secara menyeluruh, maka daya saing relatif antarnegara tidak banyak berubah dan peluang bisnis dengan AS masih terbuka.

Namun, ia mengingatkan bahwa tarif berarti biaya global lebih tinggi, yang dapat memperlambat investasi dan perdagangan.

Ketidakpastian menjadi faktor paling krusial, terutama dengan batas waktu 150 hari dalam Section 122 yang memungkinkan perubahan kebijakan sewaktu-waktu.

Gan juga menekankan bahwa Singapura tidak seharusnya berasumsi akan terbebas dari struktur tarif tersebut. “Lebih baik kita menerima kenyataan bahwa kita harus hidup dengan dunia yang tidak pasti ini,” ujarnya.

Jika tarif 15% diterapkan, ruang negosiasi untuk pengecualian akan sangat terbatas, terutama bila kebijakan berlaku global.

Baca Juga: Investor Ed Garden Bangun Kepemilikan di Fortune Brands dan Dorong Pergantian CEO

Karena itu, Singapura perlu mencari alternatif seperti memperluas pasar baru, meningkatkan produk bernilai tambah tinggi, dan fokus pada sektor yang berpotensi mendapat pengecualian dari AS.

MTI menyatakan pemerintah akan bekerja sama dengan mitra tripartit dan industri melalui Singapore Economic Resilience Taskforce untuk memberikan informasi terkini serta mengumpulkan masukan dari pelaku usaha dan pekerja.

Sejumlah langkah dukungan dalam Anggaran 2026 juga disiapkan, termasuk rabat pajak penghasilan badan dan dukungan ekspansi luar negeri bagi perusahaan.

Pemerintah menyebut langkah tersebut cukup untuk meredam dampak jangka pendek, meski tetap diperlukan kewaspadaan terhadap volatilitas global.

Terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi, Gan menyatakan pemerintah akan meninjau ulang dan merevisi bila diperlukan.

Saat ini, ekonomi Singapura diperkirakan tumbuh 2%–4% tahun ini, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 1%–3%.

Selanjutnya: Grafik Harga Emas Antam Batangan (23 Februari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Senin (23/2) Kompak Mager




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×