kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.501.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.700   0,00   0,00%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

Skandal Keuangan Hong Kong: Tambah Angka Nol di Cek, Dipenjara 18 Tahun


Kamis, 01 Januari 2026 / 08:45 WIB
Skandal Keuangan Hong Kong: Tambah Angka Nol di Cek, Dipenjara 18 Tahun
ILUSTRASI. Wong Wai-lun (53), mengaku bersalah di Pengadilan Tinggi Hong Kong atas lima dakwaan pencurian yang dilakukan sepanjang 2011 hingga 2021. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Seorang mantan manajer pengelola properti di Choi Ming Court, Tseung Kwan O, Hong Kong, dijatuhi hukuman 18 tahun penjara setelah terbukti secara sistematis menggelapkan lebih dari HK$ 60 juta atau setara dengan Rp 128,67 miliar (kurs Rp 2.140) dana milik korporasi pemilik gedung selama 10 tahun. 

Aksinya dilakukan dengan cara mengubah angka pada cek, bahkan hanya dengan menambahkan satu angka “0”, serta memalsukan berbagai dokumen perbankan.

Melansir Dimsum Daily, terdakwa, Wong Wai-lun (53), mengaku bersalah di Pengadilan Tinggi Hong Kong atas lima dakwaan pencurian yang dilakukan sepanjang 2011 hingga 2021. 

Sebagai manajer pengelola properti, ia menyalahgunakan jabatannya untuk memanipulasi catatan keuangan. Dengan gunting, pisau cutter, dan lem, Wong memalsukan surat konfirmasi bank, buku tabungan, dan laporan rekening, lalu memindahkan dana dalam jumlah besar dari rekening korporasi pemilik gedung ke rekening pribadinya. 

Ia juga menambah angka “0” pada nominal cek dan kemudian memalsukan tanda tangan, sehingga pelanggaran kepercayaannya semakin besar terhadap korporasi pemilik, perusahaan pengelola Guardian Management Services Limited, serta bank terkait.

Wong bekerja di Guardian Management Services sejak 1998. Perusahaan itu mulai mengelola Choi Ming Court pada 2001, dan Wong awalnya menjabat asisten manajer properti. Korporasi pemilik gedung dibentuk pada 2002 dan memiliki 10 rekening bank, dengan sistem penarikan dana yang ketat: setiap transaksi harus ditandatangani minimal tiga pejabat. 

Baca Juga: Donald Trump Akhirnya Tarik Pasukan Garda Nasional dari Chichago, LA dan Portland

Setelah dipromosikan menjadi manajer properti pada 2005, Wong bertanggung jawab menyusun laporan keuangan bulanan dan dokumen bank untuk ditandatangani bendahara sebelum diaudit, termasuk oleh kantor akuntan eksternal yang rutin meminta konfirmasi langsung ke bank.

Kejahatan ini baru terbongkar pada Mei 2021, ketika kantor akuntan menemukan kejanggalan laporan keuangan periode 2019–2020. Terdapat selisih saldo hingga HK$ 49,79 juta di empat rekening korporasi. Wong juga tidak bisa menjelaskan mengapa banyak cek yang diterbitkan ditolak bank. Kasus ini lalu dilaporkan ke polisi.

Penyelidikan mengungkap bahwa sejak 2011, Wong melakukan 428 kali penarikan dana, dengan total penggelapan HK$ 61,1 juta. Uang itu masuk ke rekening pribadinya, yang sempat menerima setoran hingga HK$ 31,21 juta. Catatan juga menunjukkan ia mengalami kerugian judi di akun Hong Kong Jockey Club sebesar HK$ 10,89 juta dan bepergian ke Makau 59 kali antara 2011–2019. 

Wong tidak memiliki properti di Hong Kong dan saat ditangkap, hampir seluruh rekeningnya kosong.

Baca Juga: Harga Musang King Rontok, Warga Singapura Pesta Durian


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×