kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.949   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.032   148,12   2,52%
  • KOMPAS100 787   23,16   3,03%
  • LQ45 595   16,85   2,91%
  • ISSI 209   5,41   2,66%
  • IDX30 337   9,38   2,87%
  • IDXHIDIV20 413   10,73   2,67%
  • IDX80 89   2,58   2,98%
  • IDXV30 112   3,08   2,83%
  • IDXQ30 108   2,98   2,84%

Skandal Wirecard guncang industri keuangan Jerman, pemerintah menyerukan reformasi


Sabtu, 27 Juni 2020 / 10:56 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The headquarters of Wirecard AG, an independent provider of outsourcing and white label solutions for electronic payment transactions is seen in Aschheim near Munich, Germany April 25, 2019. REUTERS/Michael Dalder/File Photo


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Lamgiat Siringoringo

Asal tahu saja, skandal Wirecard mencuat hanya sepekan setelah auditor mereka yaitu EY menolak untuk menandatangani laporan keuangan 2019 lantaran perusahaan merekayasa kas senilai US$ 2,1 miliar di dalam laporan yang sebenarnya tak pernah dimiilikinya. Hanya berselang tujuh hari, pasca E&Y menolakan laporan keuangan Wirecard 2019, Kepala Eksekutif Wirecard Markus Braun harus mengakui bahwa Wirecard tak pernah memiliki dana sebesar US$ 2,1 miliar dalam neracanya. 

Wirecard, Kamis (25/6) kemarin juga dinyatakan bangkrut akibat skandal fraud yang dilakukannya. Mereka kini mesti menunaikan kewajiban utangnya sneilai US$ 4 miliar kepada para krediturnya.

Melansir Reuters, Jumat (26/6) dalam perkara kepailitan yang diajukan Wirecard di Pengadilan Munich mereka mengatakan dengan utang US$ 1,3 miliar Euro atau setara US$ 1,5 miliar yang jatuh tempo minggu ini perusahaan tak bisa melanjutkan operasionalnya.

Meski demikian, sumber Reuters bilang ada sedikit kans bagi para kreditur buat dapat pengembalian dananya hingga 3,5 miliar Euro. Wirecard disebutnya telah mengajukan pinjaman 1,75 miliar Euro dan menerbitkan Obligasi senilai 500 juta Euro.

“Uangnya sudah hilang, kami mungkin bisa mendapat sedikit pengembalian dalam beberapa tahun ke depan namun akan menghapus pinjaman saat ini, ujar seorang bankir.
 




TERBARU

[X]
×