kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Soal sanksi nuklir Iran, diplomat PBB: AS seperti tarik pelatuk, tapi tak ada peluru


Kamis, 17 September 2020 / 11:37 WIB
ILUSTRASI. A U.S. Park Service ranger stands at her post as she waits for the arrival of U.S. Vice President Mike Pence to deliver his acceptance speech as the 2020 Republican vice presidential nominee during an event of the 2020 Republican National Convention held


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ditanya apakah Washington "membuat rencana konkret sekarang untuk sanksi sekunder" untuk menegakkan embargo senjata, Abrams mengatakan kepada wartawan: "Kami, dalam banyak hal, dan kami akan memiliki beberapa pengumuman selama akhir pekan dan lebih banyak pengumuman pada hari Senin dan kemudian hari-hari berikutnya."

Para diplomat mengatakan hanya sedikit negara yang kemungkinan akan menerapkan kembali sanksi PBB terhadap Iran.

Baca Juga: Gawat! Iran terus memperkaya persediaan uranium untuk nuklir

Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kepada wartawan, "Kami akan melakukan semua hal yang perlu kami lakukan untuk memastikan bahwa sanksi tersebut diberlakukan."

Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Rabu menggambarkan penentangan terhadap Washington sebagai "kemenangan bangsa Iran dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam pengaktifan mekanisme snapback."

Selanjutnya: Langgar kesepakatan, Iran terus memperkaya persediaan uranium untuk nuklir




TERBARU

[X]
×